KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Di bawah langit sore Kota Kupang yang mulai meredup, sebuah pemandangan menyejukkan hati tersaji di kawasan ikonik Bundaran Tirosa. Bukan sekadar rutinitas sore, namun sebuah simfoni keberagaman bergema saat Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar aksi sosial bertajuk “IAKN Kupang Berbagi”, Pada Jumat 13 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan benang-benang indah yang mempererat tenun kebangsaan di Bumi Flobamora.
Kolaborasi Lintas Iman yang Menginspirasi
Aksi berbagi takjil dan santunan bagi kaum duafa ini lahir dari rahim kolaborasi yang inklusif. IAKN Kupang menggandeng berbagai elemen lintas agama, mulai dari Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) NTT, PMII, GMKI Cabang Kupang, hingga dukungan dari Hotel Sasando Kupang.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi dari panggilan iman untuk merawat kemajemukan.
“Ini adalah panggilan keimanan di tengah keberagaman NTT. Kita harus terus menjaga dan menghargai perbedaan, karena di situlah letak kekuatan sejati kita sebagai masyarakat majemuk,” ujar Dr. I Made Suardana dengan penuh antusias.
Lebih dari Sekadar Akademik: Kampus yang Hadir dan Membumi
Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, panitia mendistribusikan sekitar 600 paket takjil mulai dari kolak, bubur kacang hijau, hingga nasi kotak kepada para pengguna jalan yang melintas. Tak hanya itu, senyum syukur terpancar dari wajah 10 anak duafa yang menerima santunan sebagai bentuk kepedulian nyata kampus terhadap sesama.
Menurut Rektor, IAKN Kupang memiliki visi besar untuk tidak hanya unggul dalam layanan akademik, tetapi juga menjadi institusi yang moderat, inklusif, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Kehadiran kampus harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Kami ingin mendukung saudara-saudara Muslim dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga nilai toleransi di daerah yang kita cintai ini tetap terjaga,” tambahnya.
Apresiasi untuk “Nusa Terindah Toleransi”
Inisiatif ini pun menuai pujian hangat. Perwakilan PW Pergunu NTT menyebut langkah IAKN Kupang sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi) yang dibungkus dengan ketulusan dan keikhlasan. Ia menilai kepemimpinan Rektor IAKN sukses memperkuat identitas NTT sebagai “Nusa Terindah Toleransi.”
Senada dengan itu, Ketua PMII Cabang Kupang mengapresiasi ruang kolaborasi yang dibuka lebar oleh IAKN Kupang.
“Ini adalah bentuk nyata penguatan moderasi beragama di lingkungan akademisi. Kami berharap semangat persaudaraan lintas agama seperti ini terus berlanjut di masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung di jantung Kota Kupang ini berakhir dengan penuh kehangatan. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan, terpancar pesan kuat dari “Kota Kasih”: bahwa dalam berbagi, tidak ada “aku” atau “kamu”, yang ada hanyalah “kita” dalam bingkai kemanusiaan.
Melalui aksi ini, IAKN Kupang kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan sebagai penjaga nyala api toleransi yang senantiasa menerangi kehidupan sosial di Nusa Tenggara Timur.
Martin Knaufmone








