Diduga Sarat Korupsi, GRAK NTT Datangi KPK dan BPK, Desak Usut Tuntas 15 Proyek Bermasalah di Flotim

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, Metrotimornews.id — Gerakan Anti Korupsi (GRAK) NTT akhirnya memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Senin, 16 Maret 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya dugaan korupsi dalam pengerjaan 15 paket proyek milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur yang dinilai gagal dan sarat dugaan penyimpangan.

Pimpinan GRAK NTT, Benty Aliandu, kepada media ini melalui rilis pers pada Minggu (15/3/2026) menyatakan bahwa seluruh persiapan aksi telah dilakukan dan pihaknya siap turun ke jalan pada hari ini.

“Besok (Senin, 16/3/2026) kita pastikan aksinya berjalan,” ujar Benty.

Ia menjelaskan, pemberitahuan aksi juga telah disampaikan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, lengkap dengan seluruh dokumen dan perincian terkait kegiatan demonstrasi agar diketahui serta mendapat pengamanan dari aparat.

Menurut Benty, aksi GRAK NTT akan dimulai dari titik kumpul di Tugu Proklamasi. Massa kemudian bergerak menuju kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Jalan Gatot Subroto. Setelah itu, aksi akan dilanjutkan ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta.

Dalam aksinya, GRAK NTT membawa sejumlah tuntutan. Mereka mendesak BPK agar segera melakukan audit investigatif terhadap pelaksanaan 15 paket proyek tahun anggaran 2025 yang dinilai gagal.

Selain itu, GRAK NTT meminta BPK memastikan ada atau tidaknya kerugian negara yang timbul akibat gagalnya proyek-proyek tersebut.

Tidak hanya itu, GRAK NTT juga mendesak KPK untuk mengambil langkah tegas dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan penyimpangan dalam 15 paket proyek bermasalah di Flores Timur.

“Ini jelas tuntutan kami. Langkah ini menjadi dasar perjuangan GRAK NTT untuk menyelamatkan Flores Timur dari praktik korupsi,” tegas Benty.

GRAK NTT berharap lembaga penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan dan aspirasi masyarakat agar dugaan korupsi dalam proyek-proyek tersebut dapat diusut secara tuntas.

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35