Kupang, Metrotimornews.id – Momentum Wisuda Ke-IX Institut Agama Kristen Negeri Kupang tahun 2026 menjadi catatan bersejarah bagi Dr. Robi Adison Kause. Putra asli Timor Tengah Selatan ini resmi dikukuhkan sebagai Doktor Teologi dalam prosesi wisuda program Sarjana dan Pascasarjana yang berlangsung khidmat pada Senin, 16 Maret 2026, di Hotel Harper Kupang.
Menariknya, Dr. Robi menjadi satu-satunya wisudawan doktor pada periode ini. Pencapaian tersebut menjadi sorotan tersendiri, mencerminkan dedikasi dan ketekunan tinggi dalam menempuh pendidikan akademik hingga jenjang tertinggi.
Proses Tidak Mengkhianati Hasil
Dengan wajah penuh kebahagiaan, Dr. Robi membagikan kisah perjuangannya selama tiga tahun menempuh studi doktoral. Ia menegaskan bahwa gelar yang diraih bukan sekadar simbol akademik, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan.
“Puji Tuhan, hari ini saya diwisuda. Memang benar kata pepatah, proses tidak akan mengkhianati hasil. Meraih gelar doktor itu tidak gampang; penuh tantangan dan butuh keseriusan ekstra. Namun, saya sadar ini semua adalah kemurahan Tuhan,” ungkapnya saat diwawancarai.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pendidikan di IAKN Kupang yang dinilainya memiliki lingkungan akademik yang mendukung.
“Dosen-dosen di sini sangat asyik dan profesional dalam membimbing,” tambahnya.
Kebahagiaan dan Rasa Syukur Keluarga
Suasana haru turut menyelimuti keluarga besar Kause. Sang ayah, Elisa Kause, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian putranya. Hal serupa disampaikan oleh kakak kandung Dr. Robi yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika.
“Kami bersyukur kepada Tuhan atas berkat-Nya bagi adik kami. Terima kasih kepada pimpinan IAKN Kupang dan para dosen yang telah membimbing anak kami hingga titik ini,” ujarnya dengan penuh haru.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Di akhir wawancara, Dr. Robi menyampaikan pesan inspiratif bagi generasi muda agar terus berjuang dalam pendidikan dan kehidupan.
“Puncak ilmu pengetahuan bukan tentang seberapa tinggi gelar yang kita sandang, melainkan tentang seberapa rendah hati kita menyadari bahwa semua itu adalah anugerah Tuhan. Teruslah berjuang, karena setiap tetes keringat dalam belajar akan dibayar tunai oleh keberhasilan.”
Reporter: Martin Knaufmone








