KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID — Suasana khidmat menyelimuti Ballroom Hotel Harper Kupang, Senin (16/3/2026), saat Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-IX. Dalam momen tersebut, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan pesan reflektif dan inspiratif kepada 380 wisudawan.
Rektor menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para lulusan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah dunia yang terus berubah.
“Gelar bukanlah tujuan akhir. Ini adalah awal dari pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 380 lulusan yang diwisuda terdiri atas 374 sarjana, 5 magister, dan 1 doktor. Kepada mereka, rektor membekali empat pilar penting sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pertama, intelektualitas yang berkarakter. Rektor menekankan bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari capaian akademik. Integritas, mental yang tangguh, serta daya juang menjadi ukuran utama kualitas lulusan.
“Nilai akademik penting, tetapi integritas dan karakter adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan Anda di masyarakat,” katanya.
Kedua, pentingnya reskilling dan upskilling. Rektor mengingatkan bahwa dunia kerja terus berubah dan menuntut adaptasi. Lulusan diharapkan tidak cepat berpuas diri, melainkan terus mengembangkan kompetensi dan daya pikir kritis.
Ketiga, menjadi trendsetter di era VUCA—yang ditandai oleh volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Dalam kondisi tersebut, lulusan diharapkan tidak sekadar menjadi pengikut, tetapi mampu menciptakan inovasi dan standar baru.
Keempat, kepemimpinan transformatif. Rektor mendorong lulusan untuk meninggalkan pola kepemimpinan transaksional dan beralih menjadi pemimpin yang mampu menginspirasi serta memberdayakan orang lain.
Selain menyoroti aspek akademik dan profesional, rektor juga memberikan penguatan spiritual kepada para wisudawan. Ia mengajak lulusan untuk memaknai tantangan hidup sebagai bagian dari proses iman.
“Kita tidak sedang berdoa agar Tuhan menyingkirkan ‘lembah kekelaman’, tetapi kita percaya Tuhan membiarkan kita menghadapinya untuk membuktikan bahwa kualitas penyertaan-Nya sungguh luar biasa,” tuturnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, serta para orang tua wisudawan. Momen penghormatan kepada orang tua menjadi salah satu bagian yang paling mengharukan dalam rangkaian acara.
Melalui wisuda ini, IAKN Kupang menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan iman dan karakter.
Pesan rektor menjadi pengingat bahwa toga yang dikenakan para wisudawan bukan sekadar simbol keberhasilan akademik, melainkan juga mandat untuk menjadi terang dan membawa perubahan di tengah kompleksitas dunia modern.
Reporter : Martin Knaufmone








