KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Suasana khidmat menyelimuti Ballroom Hotel Harper Kupang pada Senin, 16 Maret 2026. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-IX Program Sarjana dan Pascasarjana. Di tengah deretan toga dan senyum bahagia para lulusan, sebuah pesan bernada reflektif menggetarkan ruangan melalui sambutan virtual.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, yang diwakili oleh Kasubdit Pendidikan Tinggi Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr. Weldemina Yudit Tiwery, S.Si., M.Hum., menegaskan bahwa wisuda bukanlah sekadar seremoni akademik tahunan.
Bukan Sekadar Gelar, Tapi Panggilan Mulia
Dalam sambutannya melalui Zoom, Dr. Weldemina mengingatkan bahwa gelar akademik yang disematkan hari ini akan menjadi atribut tanpa arti jika tidak membuahkan pengabdian nyata.
“Mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi sejatinya bukan sekadar pencari gelar. Ilmu pengetahuan, iman, dan pengabdian harus bertemu dalam satu panggilan mulia. Hari ini adalah buah dari ketekunan, doa, dan harapan yang siap dipersembahkan bagi ‘Universitas Kehidupan’ yang jauh lebih luas,” tegasnya.
Beliau menekankan bahwa para lulusan, terutama jenjang Pascasarjana, memikul tanggung jawab moral untuk menghadirkan terang bagi kemanusiaan, keutuhan ciptaan, serta pertumbuhan iman jemaat yang semakin dewasa.
Menuju Indonesia Emas 2045 dan Transformasi Menjadi Universitas
Kementerian Agama juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IAKN Kupang atas perannya sebagai pusat keunggulan akademik di NTT. Dr. Weldemina menyampaikan doa dan dukungan penuh agar IAKN Kupang segera bertransformasi menjadi Universitas yang berbobot di Nusa Tenggara Timur.
“IAKN Kupang memiliki posisi strategis. NTT kaya akan budaya dan spiritualitas. Kekuatan moral ini harus dipadukan dengan ilmu pengetahuan untuk melahirkan generasi intelektual Kristen yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Hikmat Sejati: Rendah Hati untuk Terus Belajar
Menutup sambutannya, Dr. Weldemina mengutip nats Alkitab sebagai kompas bagi para wisudawan:
“Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” (Amsal 1:5)
Pesan ini menjadi pengingat keras bahwa pendidikan formal boleh usai, namun proses belajar tidak boleh berhenti. Hikmat sejati dalam tradisi iman Kristen bukanlah tumpukan ijazah, melainkan kemampuan memahami kehendak Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Wisuda Ke-IX ini menjadi saksi bahwa IAKN Kupang tidak hanya melepas lulusan ber-IPK tinggi, tetapi mengutus pribadi-pribadi berintegritas yang siap menjadi garam dan terang bagi gereja, bangsa, dan negara.
Reporter: Martin Knaufmone








