Larantuka, Metrotimornews.id — Kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan ke Kabupaten Flores Timur mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Dalam kunjungan tersebut, Dirjen meninjau langsung RSUD Larantuka sekaligus menjanjikan pembangunan rumah sakit terpadu guna meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Dalam sambutan dan arahannya, Dirjen Kesehatan, dr. Azhar Jaya, menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri di daerah, khususnya di wilayah kepulauan dan terpencil. Ia menegaskan pentingnya peran puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang harus terus dijaga kualitasnya.
“Setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Puskesmas adalah garda terdepan, maka saya titip agar tetap menjaga masyarakat tetap sehat,” terang dr. Azhar.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit terpadu di Larantuka. Rumah sakit tersebut dirancang menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang mampu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan kepulauan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr. Agustinus Ogie Silimalar, dalam kesempatan tersebut memaparkan perjalanan panjang selama delapan tahun memimpin Dinas Kesehatan. Ia menyebutkan berbagai capaian telah diraih, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
“Delapan tahun saya menjabat, banyak yang sudah kita kerjakan, tapi masih ada yang belum. Saya tidak tahu apakah setelah 30 Maret 2026 saya masih melanjutkan atau tidak. Namun saya ingin menggambarkan bahwa pembangunan kesehatan di Flores Timur terus bergerak maju,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini Flores Timur memiliki 19 kecamatan dengan 21 puskesmas aktif. Satu puskesmas baru di Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, telah selesai dibangun dan tinggal menunggu peresmian. Selain itu, jumlah rumah sakit di Flores Timur juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya satu, kini menjadi tiga dengan hadirnya Rumah Sakit Pratama (RSP) Adonara dan RSP Solor.
dr. Ogie juga mengenang perjuangan dalam pembangunan RSP Adonara yang sempat mendapat kritik dari Dirjen Kesehatan, namun akhirnya membuahkan hasil dengan tambahan fasilitas RSP Solor.
“Waktu itu saya sempat mendapat kritik dari Dirjen, tapi akhirnya kita mendapat ‘hadiah’ berupa RSP Solor. Itu menjadi motivasi besar bagi kami,” ungkapnya.
Pada tahun 2025, Flores Timur juga mendapatkan tiga paket pembangunan di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, meliputi pembangunan ruang rawat jalan, ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit), serta CatLab (Cath Lab) untuk layanan jantung. Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperoleh pembangunan satu ruang Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna meningkatkan kualitas pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Kementerian Kesehatan juga berkomitmen memberikan bantuan alat kesehatan (alkes) bagi RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka. Dari total pengajuan hampir Rp20 miliar, pemerintah berencana membantu sebesar Rp17 miliar.
“Insyaallah kita bisa bantu dengan nilai Rp17 miliar sesuai permintaan yang diajukan,” tambah dr. Azhar.
Ia berharap dengan adanya penambahan pembangunan dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan di daerah, kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dan dijaga dengan baik.








