Perkuat Identitas Remaja, Prodi PPA FKIPK IAKN Kupang Gelar PKM

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SOE, METRO TIMORNEWS.ID – Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Kristen Nunain SoE.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Maret hingga 2 April 2026 ini mengusung tema “Penguatan Identitas Kristen sebagai Upaya Pembentukan Konsep Diri Positif pada Remaja Siswa di SMK Kristen Nunain SoE.”

Kehadiran tim PKM disambut hangat oleh pihak sekolah sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab persoalan karakter remaja di lapangan.

Rangkaian kegiatan dipandu oleh Irene Elvira Daik, M.Psi. sebagai pembawa acara, dengan melibatkan mahasiswa IAKN Kupang sebagai moderator dalam sesi diskusi materi.

Membangun Fondasi Jati Diri di Era Modern

Dekan FKIPK IAKN Kupang, Delsylia Tresnawaty Ufi, M.Si., dalam paparannya menekankan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan besar dalam mendefinisikan jati diri di tengah derasnya arus media sosial dan tekanan lingkungan pergaulan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan kompas moral dan spiritual bagi para siswa. Kami ingin remaja Kristen memahami bahwa identitas sejati tidak ditentukan oleh tren, melainkan oleh nilai iman dan penerimaan diri yang positif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan diri tanpa membandingkan diri dengan orang lain menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri yang sehat, yang berdampak langsung pada kesehatan mental remaja.

Dalam materi “Memahami Identitas Diri Remaja dalam Perspektif Iman Kristen”, Delsylia menyoroti dinamika krisis identitas yang kerap dialami remaja, sekaligus menanamkan makna teologis bahwa manusia adalah Imago Dei, yakni ciptaan Tuhan yang berharga.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya relasi dengan Tuhan sebagai dasar utama dalam menemukan jati diri, karena Tuhan mengenal, menerima, dan memberi tujuan hidup bagi setiap individu.

Pembahasan mengenai “Konsep Diri Positif dan Harga Diri Sehat” turut menjadi perhatian. Para siswa diajak untuk menghentikan kebiasaan membandingkan diri secara negatif dan mulai membangun rasa percaya diri berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

Selaras dengan hal tersebut, Maglon Ferdinan Banamtuan, M.Pd., membawakan materi “Strategi Praktis Menguatkan Identitas Kristen dalam Kehidupan Sehari-hari.” Ia mendorong siswa untuk melakukan refleksi diri dan berkomitmen hidup berintegritas.

“Sekolah adalah laboratorium karakter. Menghadapi tekanan sosial membutuhkan kebijaksanaan. Melalui latihan refleksi, kami berharap siswa mampu membangun masa depan yang kokoh secara moral,” ungkapnya.

Aksi Nyata dan Legalitas Kerja Sama

Selain penguatan intelektual dan spiritual, tim PKM juga memberikan bantuan berupa meja biro guna mendukung kelancaran administrasi guru di SMK Kristen Nunain SoE.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SMK Kristen Nunain SoE bersama para guru menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan perkembangan mental siswa saat ini.

Pada penghujung kegiatan, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAKN Kupang, Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, dan pihak SMK Kristen Nunain SoE. Penandatanganan ini menjadi bukti komitmen keberlanjutan kerja sama antar lembaga pendidikan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Suasana aktif dan penuh semangat hingga penutupan acara menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan mampu menyentuh dan memberi dampak positif bagi peserta.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu
MGMP Sejarah Se-Kabupaten TTS Gelar Kegiatan di SMAN 1 Soe, Bahas Pembelajaran Kontekstual hingga Penulisan Sejarah Lokal
JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL
SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki Gelar IHT 2 Hari, Fokus Kuatkan Kurikulum Merdeka dan Karakter Guru
Satuan Reserse Narkoba Gandeng Tokoh Agama Cegah Peredaran Narkotika di Sumba Timur
Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman
Setahun Berjalan, SRMA 10 Jakarta Selatan Dorong Prestasi dan Masa Depan Siswa
Kapolsek Rote Barat Laut Edukasi Siswa SD Inpres Oeoko

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:11

262 Guru di TTS Ikuti Pemetaan Kompetensi, Korwas: Saatnya Belajar Sepanjang Waktu

Jumat, 25 September 2026 - 12:23

MGMP Sejarah Se-Kabupaten TTS Gelar Kegiatan di SMAN 1 Soe, Bahas Pembelajaran Kontekstual hingga Penulisan Sejarah Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 12:20

JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL

Jumat, 4 September 2026 - 22:05

SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki Gelar IHT 2 Hari, Fokus Kuatkan Kurikulum Merdeka dan Karakter Guru

Kamis, 3 September 2026 - 13:23

Satuan Reserse Narkoba Gandeng Tokoh Agama Cegah Peredaran Narkotika di Sumba Timur

Rabu, 2 September 2026 - 20:42

Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 2 September 2026 - 14:27

Setahun Berjalan, SRMA 10 Jakarta Selatan Dorong Prestasi dan Masa Depan Siswa

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:18

Kapolsek Rote Barat Laut Edukasi Siswa SD Inpres Oeoko

Berita Terbaru