Dukungan Penuh Penindakan BGN terhadap SPPG Tak Penuhi Standar Operasional

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, METROTIMORNEWS.ID —
Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangguhkan (suspend) 362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Jawa (Wilayah II).

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen serius dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, menyusul temuan berbagai pelanggaran operasional. Di antaranya, belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta lemahnya manajemen dan kualitas layanan.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, menegaskan bahwa standar tersebut tidak boleh ditawar.“Kualitas dan keamanan pangan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Standar higiene sanitasi dan infrastruktur dasar seperti IPAL wajib dipenuhi sebelum SPPG beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan penangguhan ini harus menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Momentum ini penting agar ke depan tidak ada lagi kasus keracunan, distribusi yang lambat, maupun makanan yang tidak layak konsumsi,” tegasnya.

Perkuat Ekonomi Desa, Libatkan Petani sebagai Pilar Utama

Selain aspek teknis operasional, PP STN menyoroti pentingnya keadilan dalam rantai pasok pangan program MBG. SPPG didorong untuk memprioritaskan pembelian bahan baku dari petani, kelompok tani, koperasi, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Langkah ini diyakini dapat mencegah dominasi kelompok tertentu dalam distribusi bahan pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.“Keterlibatan langsung petani dan koperasi desa adalah inti dari ekonomi kerakyatan. Ini akan meningkatkan produktivitas, pendapatan masyarakat desa, serta membuka lapangan kerja baru,” jelas Rifai.

Kebijakan tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya target penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026.

Dengan ribuan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, program MBG diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan nelayan.

Tiga Langkah Perbaikan Mendesak

PP STN mendorong langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan:

Memastikan seluruh SPPG yang disuspend segera memenuhi standar, termasuk SLHS, IPAL, pengawas gizi, dan manajemen operasional.

Menerapkan sistem pengadaan bahan baku yang transparan dengan prioritas pada petani lokal dan koperasi desa.

Melibatkan organisasi tani dalam pengawasan dan pendampingan rantai pasok demi menjamin keadilan dan keberlanjutan.

Menutup pernyataannya, Rifai menegaskan bahwa program MBG harus memberikan dampak ganda: meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus kesejahteraan ekonomi desa.“Program MBG harus menjadi solusi nyata: anak-anak mendapat makanan bergizi, sementara petani dan warga desa merasakan peningkatan pendapatan. Inilah gotong royong menuju Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.

Jakarta, 13 April 2026

Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN)

Ahmad Rifai
Ketua Umum

Berita Terkait

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen
Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:43

Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35