SoE, METRO TIMORNEWS.ID–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Institut Pendidikan Soe (IP SoE) membawa angin segar bagi dunia pertanian di Desa Napi, Kecamatan Kie. Pada Senin (13/4/2026), mereka menggelar sosialisasi sekaligus praktik langsung sistem hidroponik sebagai langkah nyata pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.
Program ini bukan sekadar edukasi teori, melainkan upaya transformatif untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pertanian modern yang efisien, bersih, dan tidak bergantung pada luasnya lahan.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengupas tuntas konsep dasar hidroponik—metode menanam dengan media air yang kaya nutrisi.
Masyarakat diajak memahami betapa besarnya potensi sayuran hidroponik yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta kualitas konsumsi yang lebih sehat.
“Kami ingin menghadirkan solusi konkret. Melalui hidroponik, keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk produktif. Ini adalah langkah kecil menuju ketahanan pangan mandiri di tingkat keluarga,” ujar Daniel Juneuro Benu, Koordinator Kegiatan KKNT IP SoE.
Suasana di lokasi praktik tampak hidup. Warga Desa Napi tidak hanya menonton, tetapi terjun langsung merakit pipa-pipa instalasi, mengatur sirkulasi nutrisi, hingga melakukan proses penyemaian benih.
Interaksi dua arah ini menciptakan ruang belajar yang dinamis. Warga terlihat antusias menanyakan teknis perawatan agar tanaman tetap subur di tengah iklim Timor Tengah Selatan yang khas. Semangat kemandirian terpancar jelas dari raut wajah para peserta yang berharap sistem ini bisa segera mereka replikasi di halaman rumah masing-masing.
Kepala Desa Napi, Yutum Nombala, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif cerdas para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKNT telah membuka cakrawala baru bagi warga dalam mengelola potensi desa.
“Atas nama masyarakat Desa Napi, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada adik-adik mahasiswa Institut Pendidikan SoE. Ini adalah inovasi yang sangat dibutuhkan. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di sini, tapi menjadi awal dari perubahan kesejahteraan masyarakat desa ke arah yang lebih modern dan sejahtera,” ungkap Yutum dengan penuh harap.
Aksi nyata mahasiswa KKNT IP SoE di Desa Napi ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi harus mampu menjadi jembatan inovasi yang menyentuh akar rumput.
Dengan sentuhan teknologi hidroponik, Desa Napi kini bersiap menyongsong masa depan pertanian yang lebih hijau dan mandiri. (Tim)
#InstitutPendidikanSoE #KKNT2026 #DesaNapi #Hidroponik #DukungKetahananPangan #MahasiswaPeduli #SoE #TTS #PertanianModern #PengabdianTanpaBatas








