SoE, Metrotimornews. Id-+Sebanyak 120 guru SMA dan SMK di Kabupaten Timor Tengah Selatan mengikuti _Innovative School Programme_ (ISP) di Hotel Bahagia 2 Soe. Pelatihan berlangsung lima hari kerja, Senin–Jumat, 20–24 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan program ini merupakan kolaborasi Pemprov NTT dengan Emanuel Foundation. Menurutnya, pendidikan tidak boleh langsung fokus ke akademik.
“Semestinya kita tidak langsung berbicara mengenai akademik, melainkan karakter, kemudian akademik, baru wirausaha,” tandas Ambrosius.
Kegiatan ini menindaklanjuti kerja sama Pemprov NTT dan Yayasan Emmanuel yang diteken 2 Mei 2025. Para guru didorong untuk kembali bersemangat belajar dan berinovasi, termasuk dalam mentransfer pengetahuan ke murid serta meningkatkan partisipasi belajar.
Manfaatkan Rapor Pendidikan
Ambrosius menjelaskan, guru diarahkan memahami dan memanfaatkan rapor pendidikan satuan pendidikan sebagai dasar mengidentifikasi persoalan, terutama literasi dan numerasi. Dari hasil itu, guru didorong merancang program pembelajaran yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.

ISP juga memberi perhatian pada persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan September 2026 untuk jenjang SMA dan SMK. “Guru-guru mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut karena memberi pendekatan baru yang lebih aplikatif di kelas,” tegasnya.
Salah satu peserta mengaku senang karena mendapat hal-hal baru untuk berinovasi dan berkreasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Fokus 3 Aspek: Karakter, Mindset, Keterampilan
Yayasan Emmanuel merupakan lembaga nirlaba yang berfokus pada pendidikan, literasi, dan pengembangan masyarakat. Lewat Innovative School Programme yayasan ini berupaya meningkatkan kapasitas guru serta kualitas pembelajaran di sekolah.
Program ini menekankan tiga aspek, yaitu karakter, mindset dan keterampilan, yang sejalan dengan arah kebijakan Dasar Cita Melki-Johni.
(Albert Baunsele)








