BA’A, Metrotimornews.id – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Rote Ndao turut hadir dalam misa perdana Imam Baru, RP Agustinus Firstson Woghe Kega, seraya menekankan pentingnya peran imam dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
Misa perdana tersebut dilaksanakan di Lapangan Olafuliha’a, Pantai Baru, Jumat (24/4/2026) sore, dengan Pater Firstson bertindak sebagai selebran utama dalam Perayaan Ekaristi.
Sejumlah imam turut menjadi konselebran, di antaranya Pastor Paroki Santo Kristoforus Ba’a RD Adrianus Bae Meman, Pastor Rekan RD Peter Seto Dai dan RD Dionisius Hesron, serta Pastor Paroki Santo Petrus Olafuliha’a RD Dionisius Manikin.
Hadir pula orang tua Pater Firstson, ayahanda Mikhael Kega dan ibunda Maria Anunsiata Tay bersama keluarga besar serta kerabat.

Perayaan berlangsung meriah dengan iringan koor umat Katolik Paroki Santo Kristoforus Ba’a yang tampil dengan busana kuning dan kain adat Nagekeo. Selain itu, tarian persembahan dari umat Paroki Santo Petrus Olafuliha’a yang menampilkan budaya Bajawa/Nagekeo turut menambah kekhidmatan dan kemeriahan suasana.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada imam baru.
Ia menegaskan bahwa tahbisan dan misa perdana merupakan peristiwa penting, tidak hanya bagi keluarga dan Gereja Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Rote Ndao.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya nilai kasih, pengabdian, dan pengorbanan dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis,” ujarnya.
Apremoi juga menyoroti perjalanan panjang seorang imam dalam menempuh pendidikan dan pembinaan pastoral yang penuh tantangan, sehingga keberhasilan tersebut patut disyukuri bersama.
Ia berharap Pater Firstson dapat menjalankan panggilan imamat dengan setia, rendah hati, dan penuh semangat pelayanan, serta menjadi gembala yang dekat dengan umat dan mampu merangkul semua kalangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, juga menyampaikan ucapan selamat kepada imam baru beserta keluarga.
Menurutnya, kehadiran imam baru menjadi berkat bagi umat sekaligus memperkuat pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
“Bertambahnya imam berarti bertambahnya pelayan umat yang akan membimbing, menguatkan iman, dan menjadi pendamping di tengah masyarakat yang majemuk,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peran imam sangat strategis dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk Gereja Katolik, untuk terus bersinergi dengan pemerintah.
“Kita perlu bekerja sama, tidak hanya dalam pelayanan iman, tetapi juga menjawab tantangan sosial, termasuk menjaga lingkungan dan merawat bumi,” pungkasnya.
Ia berharap kehadiran Pater Firstson dapat menjadi pemersatu serta membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Rote Ndao.
(*tim)








