KUPANG, METROTIMORNEWS.ID —
Sebanyak 31 mahasiswa Kelas E Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa aksi pembersihan Pantai Nunsui, Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan di bawah bimbingan dosen pengampu, Nofriana Baun, M.Pd.K.
Aksi ini tidak sekadar menjadi kegiatan sosial biasa, melainkan bagian dari implementasi nyata mata kuliah PAK dan Lingkungan yang menekankan pentingnya menjaga ciptaan Tuhan. Para mahasiswa turun langsung membersihkan sampah di sepanjang pesisir pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Kegiatan ini juga merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan program Asta Protas Kementerian Agama RI, yang menitikberatkan pada ekoteologi atau kepedulian terhadap lingkungan.
Nofriana Baun, M.Pd.K selaku dosen mata kuliah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menanamkan nilai penatalayanan atas bumi kepada mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi wujud penatalayanan yang baik, dimulai dari langkah kecil. Tuhan menitipkan bumi untuk dijaga, bukan dirusak,” ujarnya.
Ketua tingkat Kelas E, Aldi Snae, turut menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata implementasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa iman tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang berdampak positif.

Pantai sebagai bagian dari ciptaan Tuhan memiliki keindahan sekaligus peran penting bagi kehidupan manusia dan ekosistem. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak pantai tercemar oleh sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat. Melalui aksi ini, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kesadaran baru bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan pembersihan pantai ini mencerminkan sejumlah nilai Kristiani penting. Pertama, kasih terhadap sesama dan ciptaan Tuhan yang ditunjukkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Kedua, tanggung jawab sebagai manusia yang diberi mandat untuk memelihara bumi. Ketiga, kerja sama dan persatuan yang terbangun dalam kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Keempat, kerendahan hati dan semangat pelayanan, sebagaimana teladan Kristus yang datang untuk melayani.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, aksi ini menjadi pengalaman pembelajaran yang menyentuh aspek spiritual mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menghidupi nilai iman dalam tindakan nyata.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari panggilan iman. Mahasiswa PAK IAKN Kupang membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dari tangan-tangan yang peduli, demi bumi yang lestari.
Reporter: Martin Knaufmone








