Dibalut Tangis dan Syukur, SMA Negeri Oeleu di Skinu Lepas Enam Siswa Kelas XII dengan Pesan Amsal 1:7

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TOIANAS, METRO TIMORNEWS.ID — Tangis haru bercampur syukur memenuhi ruang kelas sederhana SMA Negeri Oeleu di Skinu, Senin (11/5/2026). Di sekolah yang berdiri di wilayah pelosok itu, enam siswa kelas XII resmi menutup perjalanan mereka di bangku sekolah menengah atas.

Tak ada gedung megah, tak pula pesta meriah. Namun, suasana hangat yang tercipta justru meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang hadir dalam Pengumuman Kelulusan dan Perpisahan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 tersebut.

Satu per satu siswa duduk bersama orang tua mereka. Beberapa tampak tersenyum bangga, sementara yang lain tak kuasa menahan air mata ketika nama mereka diumumkan lulus. Tiga tahun perjuangan di sekolah kelas jauh itu akhirnya berbuah manis.

Mengusung tema “Kejarlah Impianmu, Bentuklah Masa Depan yang Cemerlang”, kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Hadir dalam acara itu para orang tua siswa, tokoh masyarakat, pemerintah desa, komite sekolah, hingga para guru yang selama ini menjadi pendamping sekaligus keluarga bagi para siswa.

Bagi masyarakat Skinu dan sekitarnya, keberadaan SMA Negeri Oeleu di Skinu bukan sekadar tempat belajar. Sekolah itu menjadi simbol harapan agar anak-anak di wilayah tersebut bisa mengakses pendidikan lebih dekat tanpa harus pergi jauh dari kampung halaman.

Kepala SMA Negeri Oeleu, Jon Freid Tamonob, mengatakan bahwa tahun ini sekolah menghadirkan pendekatan baru dalam ujian akhir melalui penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Langkah itu dilakukan sebagai upaya membangun budaya literasi di kalangan siswa.

“Melalui Karya Tulis Ilmiah, siswa dilatih berpikir kritis, menulis, dan menyampaikan gagasan secara ilmiah. Ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Jon, pendidikan di daerah terpencil tidak boleh tertinggal dalam kualitas. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang mampu membentuk karakter sekaligus kemampuan akademik siswa.

Dukungan terhadap sekolah itu juga datang dari Pemerintah Desa Skinu. Perangkat Desa Skinu, Yunritius Lopsau, mengajak masyarakat agar terus mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di SMA Negeri Oeleu di Skinu.

“Kami mendukung penuh SMA Negeri Oeleu di Skinu. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Anak-anak yang hari ini lulus harus terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

 

Di tengah suasana penuh emosi, Komite SMA Negeri Oeleu di Skinu, Piter Bani, menyampaikan bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan dipisahkan oleh waktu. Namun, ia percaya para siswa yang dilepas hari itu akan melangkah lebih jauh membawa harapan keluarga dan daerah mereka.

“Hari ini ada tawa, tetapi juga ada air mata. Anak-anak yang dulu datang dengan rasa takut dan malu, kini berdiri sebagai pribadi yang lebih dewasa. Kami berharap mereka terus melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap suatu saat nanti SMA Negeri Oeleu di Skinu dapat berkembang menjadi sekolah mandiri dengan nama SMA Negeri Skinu sebagai bentuk kemajuan pendidikan masyarakat setempat.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta mengikuti ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Averdina Taneo, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan bahwa pendidikan sejati harus dibangun di atas dasar takut akan Tuhan sebagaimana tertulis dalam Amsal 1:7.

“Takut akan Tuhan adalah fondasi pengetahuan. Pendidikan itu penting, tetapi semua harus didasari dengan takut akan Tuhan. Keberhasilan hari ini bukan semata-mata karena kekuatan manusia, melainkan karena penyertaan Tuhan,” pesannya.

Usai ibadah, suasana haru semakin terasa ketika para siswa menghampiri guru dan orang tua mereka untuk berpamitan. Ada pelukan hangat, doa-doa lirih, dan air mata yang jatuh tanpa bisa ditahan.

Bagi enam lulusan itu, hari tersebut bukan sekadar penanda kelulusan. Itu adalah awal perjalanan baru menuju masa depan yang mereka impikan—membawa doa orang tua, pengorbanan guru, dan harapan besar dari sebuah sekolah kecil di pelosok Skinu.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

MPLS Ramah Resmi Dibuka, Puluhan Siswa Baru SMKN Pantai Baru Siap Ditempa Jadi Talenta IT dan Maritim
Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial
Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan
Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa
DPRD Soroti Program 700 Sapi Rp7,7 Miliar, BUMD dan Pakan Belum Siap
348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional
Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba
300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32

MPLS Ramah Resmi Dibuka, Puluhan Siswa Baru SMKN Pantai Baru Siap Ditempa Jadi Talenta IT dan Maritim

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:45

Dobrak Standar Bintang Lima, NIHI Rote Padukan Kemewahan dan Misi Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:07

Jadwal Wings Air Kupang–Larantuka Dibatalkan, Erupsi Dua Gunung Api Ganggu Penerbangan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:58

Pemkab Rote Ndao Sambut 149 Mahasiswa KKN IAKN Kupang, Perkuat Kolaborasi Membangun Masyarakat dari Desa

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:48

348 Calon Berebut Tiket ke Tingkat Pusat, Pangdam Kasuari Tegaskan Seleksi TNI AD Harus Bersih dan Profesional

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:04

Sat Resnarkoba Gandeng SMA Andaluri, Edukasi Bahaya Narkoba

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:12

300 Penunggang Meriahkan Festival Hus Nde’o, Budaya Rote Ndao Memukau Ribuan Pengunjung

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:30

Mengabdi di Beranda Selatan NKRI, 33 Mahasiswa KKN IAKN Kupang Disambut Hangat Pemerintah Desa Rote Barat

Berita Terbaru