Job Fit Masih Tersandera, Birokrasi Flotim Dinilai Jalan di Tempat

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mekanisme Pengisian Jabatan Tinggi Masih Mandek di Tengah Spirit “Lompatan Jauh”

Flores Timur, Metrotimor news. Id– Sudah delapan bulan masa pemerintahan Bupati Anton Doni dan Wakil Bupati Ignas Boli berjalan, namun hingga kini mekanisme Job Fit atau uji kesesuaian jabatan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) belum juga dilakukan. Padahal, agenda ini sangat krusial untuk menciptakan birokrasi yang handal, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

Di tengah semangat perubahan yang digaungkan melalui tagline “Lompatan Jauh”, kinerja birokrasi justru dinilai jalan di tempat, bahkan cenderung stagnan. Hal ini terlihat dari realisasi pendapatan APBD Flores Timur tahun 2025 pada semester pertama yang baru mencapai Rp29 miliar atau 41,18 persen dari target Rp71 miliar, sementara waktu tersisa hanya tiga bulan menuju akhir tahun anggaran.

Belum Ada Kejelasan Job Fit

Keterlambatan dalam pelaksanaan Job Fit, seleksi terbuka, mutasi, dan promosi jabatan tinggi pratama menjadi sorotan tajam publik. Padahal, regulasi seperti UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, serta Permen PANRB Nomor 15 Tahun 2019, telah memberikan ruang hukum yang jelas bagi kepala daerah untuk melakukan penataan birokrasi sesuai visi-misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029.

Namun, hingga kini, belum ada langkah nyata yang diambil oleh Bupati Anton Doni, termasuk belum terbentuknya panitia seleksi (Pansel) dan belum diumumkannya rencana pelaksanaan job fit secara terbuka. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pengamat pemerintahan lokal.“Ini sudah delapan bulan berjalan, tapi belum ada langkah konkret soal Job Fit. Spirit lompatan jauh sepertinya hanya sebatas slogan, kenyataannya kita masih jalan di tempat,” ujar Amo Ama, pensiunan pejabat ASN Flotim.

Kritik Mencuat dari DPRD dan Publik

Kritikan juga datang dari kalangan DPRD Flores Timur. Anggota DPRD, Gagal Ismail, menyebutkan bahwa keterlambatan ini justru menjadi ancaman serius terhadap efektivitas birokrasi dan pelaksanaan program strategis pemerintah daerah.“Bupati jangan anggap sepele. Tanpa penataan birokrasi melalui job fit, mobilitas pelaksanaan APBD akan terganggu. Banyak jabatan kosong yang harus segera diisi agar kerja OPD tidak pincang,” tegas Gagal.

Ia juga menyoroti rendahnya kinerja sejumlah pejabat eselon II yang dinilai tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan pembangunan. Salah satu contoh mencolok adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, yang hanya mampu menyumbang pendapatan sebesar Rp26 juta, sementara anggaran belanja sudah mencapai Rp2 miliar lebih.“Ini sangat memalukan. Pejabat seperti ini seharusnya diganti melalui job fit. Bupati juga harus berani minta BPK RI untuk lakukan audit khusus,” ujarnya.

Desakan Ganti Sekda

Desakan juga muncul untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat di posisi strategis, termasuk Sekretaris Daerah Flotim, Petrus Pedo Maran, yang dinilai tidak menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam mendukung agenda perubahan.“Kalau Sekda tidak bisa kerja sama dan tidak punya kompetensi yang dibutuhkan, ya harus diganti. Bupati harus berani ambil keputusan,” kata Matias Pisang Sabon, tokoh masyarakat.

Selain itu, pembentukan Tim 7 DBS (Development Business Service) yang disebut tidak memiliki dasar hukum berupa SK Bupati juga menimbulkan polemik di tengah masyarakat, memperparah citra ketidaktegasan dalam pengelolaan birokrasi.

Birokrasi Menunggu Ketegasan Bupati

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala BKPSDM Flotim, Rufus Ko da Teluma, S.Sos., M.Si., enggan memberikan komentar terkait jadwal pelaksanaan Job Fit. Kondisi ini menambah spekulasi publik soal ketidaksiapan atau keengganan Pemkab Flotim dalam menjalankan agenda reformasi birokrasi yang dijanjikan.

Padahal, pelaksanaan Job Fit dan seleksi terbuka jabatan tinggi bukan hanya soal legalitas, tetapi juga kunci untuk menyusun tim kerja yang kompeten, loyal, dan siap menjalankan visi pembangunan Flores Timur ke depan.

Berita Terkait

Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta
Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara
Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter
Mencatat Tetap Relevan di Era Digital: Literasi sebagai Fondasi, Video sebagai Penguat Pembelajaran
YNS Apresiasi Prestasi Hanny Babys, Offroader Putri Asal TTS yang Harumkan Nama NTT di Pentas Nasional
Zikir dan Doa Kebangsaan Awali Rangkaian HUT ke-81 RI, Pimpinan IAKN Kupang Teguhkan Komitmen Merawat Kerukunan Bangsa
Peletakan Batu Pertama Warnai HUT ke-79 GMIT Imanuel Kuatnana, Tonggak Baru Pelayanan dan Iman Jemaat
Sat Resnarkoba Perketat Pengawasan di Pelabuhan Waingapu

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:49

Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:36

Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:33

Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:27

Mencatat Tetap Relevan di Era Digital: Literasi sebagai Fondasi, Video sebagai Penguat Pembelajaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:18

YNS Apresiasi Prestasi Hanny Babys, Offroader Putri Asal TTS yang Harumkan Nama NTT di Pentas Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:50

Peletakan Batu Pertama Warnai HUT ke-79 GMIT Imanuel Kuatnana, Tonggak Baru Pelayanan dan Iman Jemaat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:04

Sat Resnarkoba Perketat Pengawasan di Pelabuhan Waingapu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:36

PLH SEKDA NTT: “JANGAN LUPAKAN ALMAMATER” – HUT SDK YASWARI 3 NIKI-NIKI JADI TELADAN SEKOLAH LAIN

Berita Terbaru