SoE, Metrotimornews. Id–Asisten Sekda Kabupaten TTS, Agnes L. Fobia mewakili Bupati TTS , Eduard Markus Lioe, membuka kegiatan Gebyar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2026 di Civic center, jumad, (29/5/2026). Pihaknya menyampaikan apresiasi pemerintah kepada penyelenggara juga kepada para murid SMK.
“Mewakili Pemerintah Daerah, kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan gebyar SMK Tahun 2026. Saya percaya bahwa pembangunan tidak hanya terukur dari infrastruktur fisik tetapi kualitas sumber daya manusia menjadi tonggak utama untuk pembangunan di suatu wilayah tertentu, termasuk di kabupaten TTS,” ungkapnya.
Masih dalam nuansa hari pendidikan nasional tahun 2026, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Timor Tengah Selatan menyelenggarakan Gebyar SMK.
Kegiatan yang berlokasi di Civic Center Kabupaten Timor Tengah Selatan tersebut akan terlaksana pada Jumat (29/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026) .
Lebih dari sepuluh stand pameran produk terpasang dan terisi hasil karya para murid SMK di Kabupaten TTS. mulai dari olahan pangan, produk kriya, tenun, ikan, hasil pertanian, pemeriksaan kesehatan dan sebagainya.
Di era persaingan global yang semakin ketat saat ini sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki posisi yang sangat strategis. SMK tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja tetapi juga mencetak wirausahawan muda yang siap bekerja di lapangan pekerjaan yang baru.
“Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan tentunya tidak secara langsung menangani urusan SMA dan SMK karena Ini kewenangan pemerintah provinsi tetapi sebagai pemerintah kabupaten, kewajiban kami untuk bertugas sebagai koordinator karena posisi SMA dan SMK yang ada ini berada di wilayah kabupaten Timur Tengah Selatan,” jelas Agnes Fobia.
Sementara,Ketua Panitia kegiatan ini, Seprianus Boimau, menyampaikan bahwa momentum gebyar merupakan ajang unjuk keberhasilan dan unjuk kreativitas bagi seluruh seluruh insan SMK di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ini merupakan agenda tahunan pengurus MKKS SMK Kabupaten TTS. Untuk pelaksanaan kali ini kami merealisasikan juga Program kerja bapak Gubernur dan bapak wakil Gubernur NTT yaitu satu sekolah satu produk (OSOP),” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa produk yang dipamerkan juga dikemas dengan nuansa yang berbeda. Hal ini karena kolaborasi MKKS bersama Pasi TTS dan GRaPARI Cabang Soe.
“Kami menyadari bahwa untuk suatu kemajuan maka kita berjalan bersama. Terimakasih atas semua dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, sehingga terselenggaranya kegiatan ini,” tegasnya.
Sedangkan, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMKN Polen, Sami Liunokas, mengaku senang dengan kegiatan Gebyar tingkat Sekolah Menengah Kejuruan karena semua sekolah menampilkan hasil produk dan kreativitas murid dari setiap sekolah, ungkapnya.
SMK yang berada di kabupaten Timor Tengah Selatan saat ini berjumlah 37 sekolah dengan rincian sekolah negeri sebanyak 17 sekolah dan sekolah swasta sebanyak 20 sekolah dan semua berpartisi dalam kegiatan gebyar SMK ini, ujarnya. (Albert Baunsele)







