Mimbar Katolik :  “Menikmati Kasih Karunia Allah, dengan Percaya kepada Yesus” (Yohanes 3:16-18)

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Ada sebuah cerita rakyat Lampung yang mengisahkan tentang pengorbanan anak demi keselamatan masyarakat yaitu legenda Putri Sindi dan Kerbau Belang Kuning. Dikisahkan suatu daerah di tanah Lampung dilanda pagebluk (wabah penyakit) hebat atau gangguan makhluk gaib yang memakan korban jiwa setiap hari. Segala upaya telah dilakukan oleh warga, namun tidak membuahkan hasil. Sang pemimpin atau tetua adat mendapatkan petunjuk gaib melalui mimpi atau pertapaan. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan seluruh penduduk dan menghentikan malapetaka tersebut adalah dengan menyerahkan tumbal berupa darah keturunan raja atau anak kesayangan. Demi menyelamatkan nyawa rakyat yang tidak berdosa, sang anak dengan ikhlas dan rela menyerahkan dirinya untuk dikorbankan. Setelah pengorbanan suci tersebut dilakukan, bencana atau wabah yang melanda negeri berangsur-angsur hilang dan masyarakat dapat hidup aman, damai, serta tentram kembali.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Kita diajak merenungkan misteri Allah yang satu namun tiga pribadi. Bapa sebagai sumber kasih. Ia tidak tinggal diam melihat dunia yang berdosa. Kasih-Nya begitu besar sampai “mengaruniakan” yang paling berharga: Anak-Nya sendiri. Ini wajah Bapa Tritunggal — bukan hakim yang jauh, tapi Bapa yang rela memberi demi kita selamat. Kasih yang menjadi nyata, Anak yang diutus itu adalah Yesus. Ayat 17 menegaskan: Dia datang bukan untuk menghakimi, tapi menyelamatkan. Di kayu salib, kita melihat Tritunggal bekerja: Bapa merelakan, Putra taat sampai mati, dan Roh Kudus yang membangkitkan. Keselamatan kita bukan ide, tapi Pribadi. Percaya kepada-Nya berarti menyambut kasih Tritunggal yang sudah lebih dulu datang mencari kita. Lalu bagaimana kita bisa “percaya”? Ayat 18 bicara tentang percaya dan tidak percaya. Iman itu karya Roh Kudus dalam hati kita. Roh yang sama yang keluar dari Bapa dan Putra itulah yang membuka mata hati, supaya kita tidak lagi di bawah hukuman, tapi hidup dalam terang. Tritunggal bukan rumus, tapi relasi kasih yang menghidupkan.

Perintah yang keluar dari mulut Allah ditulis dalam dua loh batu, berisi 10 perintah Allah. Itulah hukum-hukum atau aturan-aturan, yang menjadi pedoman hidup rohani bangsa Israel. Kesepuluh perintah Allah itu juga menunjukkan besarnya kasih Allah kepada umat-Nya. Karena Allah ingin umat-Nya selamat. Pada akhirnya Allah tidak lagi bersabda langsung kepada manusia, melainkan mengutus Putra-Nya, yang adalah Firman/Sabda itu sendiri untuk menggenapi dan menyempurnakan hukum-hukum-Nya, supaya hidup menyatu dengan umat-Nya.

Kasih setia Allah yang besar, yang di zaman Perjanjian Lama tertuang dalam hukum loh batu, dan dipelihara umat-Nya, dijaga oleh para nabi, kini mengejawantah, melebur dalam diri Sang Putra, yang adalah Firman itu sendiri. Sebagaimana umat Israel, yang taat hukum diselamatkan, yang tidak taat dihukum, maka sekarang yang percaya kepada Yesus dan taat akan ajaran-ajaran Yesus akan diselamatkan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Menikmati kasih karunia Allah, dengan percaya kepada Yesus dan menjalankan segala ajaran-Nya, harus direalisasikan dalam hubungan horisontal dengan sesama. Perilaku umat beriman kepada Yesus harus tercermin dalam perilaku mereka kepada sesama. Dan hal itu hanya bisa apabila Roh Kudus menaunginya. Persatuan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah dasar persatuan hubungan antarumat beriman.

Refleksi untuk kita:
Kita dikasihi: sebelum kita berbuat apa-apa, Bapa sudah mengasihi. Tritunggal adalah komunitas kasih. Kita diciptakan untuk masuk dalam kasih itu.

Kita diutus: seperti Bapa mengutus Putra, kita yang sudah diselamatkan diutus membawa kasih yang sama ke keluarga, tempat kerja, dan lingkungan.

Kita hidup karena Roh: setiap kali memilih mengampuni, memilih jujur, memilih melayani — itu Roh Kudus yang bekerja. Kita jadi “sakramen” Tritunggal di dunia.

Marilah kita berdoa, Ya Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tak berkesudahan. Ajari kami tinggal dalam kasih-Mu, percaya kepada Putra-Mu, dan dibimbing oleh Roh-Mu. Semoga hidup kami memancarkan kasih Tritunggal bagi dunia. Amin.

Edi Sulistiyono (Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Kementerian Agama)

Berita Terkait

Launching Layanan Keimigrasian di Flotim, Pemda Siapkan Lahan 1,5 Hektare
Piala Bupati Cup II Tetap di Oebesa atau Pindah ke Soe Generation? Final Panas Menanti!
SMKN Tunua Gelar Bakti Sosial di Gereja Bethania Sambut HUT RI ke-81
Yoram Nakamnanu Desak Pemda TTS Segera Tindaklanjuti Persoalan Aset Desa dan Infrastruktur
Aksi Nyata DWP RSUD HFL, Periksa Kesehatan Anggota dan Edukasi Hidup Sehat
RIMPAF TTS Soroti Dugaan Tebang Pilih Sanksi Etika, Desak Sekdes Bijaepunu Segera Dinonaktifkan
Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula
10 Tenaga kesehatan diduga hina pasien BPJS di media sosial, sanksi menanti

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:52

Launching Layanan Keimigrasian di Flotim, Pemda Siapkan Lahan 1,5 Hektare

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:26

Piala Bupati Cup II Tetap di Oebesa atau Pindah ke Soe Generation? Final Panas Menanti!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:24

SMKN Tunua Gelar Bakti Sosial di Gereja Bethania Sambut HUT RI ke-81

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:31

Yoram Nakamnanu Desak Pemda TTS Segera Tindaklanjuti Persoalan Aset Desa dan Infrastruktur

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:23

RIMPAF TTS Soroti Dugaan Tebang Pilih Sanksi Etika, Desak Sekdes Bijaepunu Segera Dinonaktifkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:55

Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:00

10 Tenaga kesehatan diduga hina pasien BPJS di media sosial, sanksi menanti

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:45

Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”

Berita Terbaru