ROTE NDAO – Pagi itu, Senin (29/9/2025), halaman SD Inpres Bo’a riuh oleh suara tawa dan sorak gembira puluhan anak. Mereka mengenakan pakaian olahraga baru warna-warni cerah yang kontras dengan seragam lusuh yang biasa mereka kenakan.
Di tengah barisan anak-anak itu, terdengar teriakan serempak, “Hore, terima kasih Mas Panji!”
Bagi Panji Adhikumoro Soeharto, momen itu adalah hadiah yang tak ternilai.
Ia datang bukan sebagai tokoh ternama, melainkan sebagai seorang manusia biasa yang hatinya tergerak oleh kondisi sederhana yang pernah ia lihat, pakaian anak-anak sekolah yang telah kusam, robek bahkan tidak layak pakai.
“Sejak saya pertama datang ke sini, saya lihat baju anak-anak itu, aduh, sudah tidak layak. Dari situ saya merasa harus melakukan sesuatu,” ujar Panji yang juga dikenal dengan nama Panji Trihatmodjo.
Melalui PT Bo’a Development dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli (YRKP), Panji menyerahkan bantuan pakaian olahraga kepada 215 pelajar, 141 siswa SD Inpres Bo’a dan 74 siswa SMP.
Meski tampak sederhana, bantuan ini membawa semangat baru dan senyum lebar di wajah-wajah kecil itu.
Bukan kali pertama Panji hadir bagi anak-anak Bo’a. Ia menyebut, bantuan seperti ini akan terus berlanjut, bahkan hingga ke jenjang PAUD.
Baginya, pakaian yang layak bukan sekadar penampilan, tetapi juga wujud penghargaan terhadap masa depan mereka.
Di tengah kesibukan dan rutinitas, Panji memilih untuk kembali ke Bo’a, sebuah desa kecil di ujung timur Indonesia, dengan satu tujuan berbagi.
Tak ada seremoni mewah, tak ada panggung megah. Hanya tawa anak-anak, pakaian bersih dan sebaris rasa syukur yang tulus.
“Senang untuk berbagi,” ujarnya singkat, namun cukup untuk menggambarkan niatnya.
Kepala UPTD SD Inpres Bo’a, Erasmus Z Ndao menyambut baik inisiatif ini. Ia mengenang, Panji pernah berjanji akan kembali membawa bantuan untuk anak-anak.
“Dan hari ini janji itu ditepati. Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih. Ini sangat membantu siswa kami,” ucap Erasmus dengan wajah lega.

“Sudah 4 kali, bahkan ini bantuan yang kelima kali dari Pak Panji dan teman-teman,” lanjutnya menutup.








