IAKN Kupang Teguhkan Komitmen Jaga Bumi Lewat Seminar Nasional Ekoteologi Berbasis Budaya NTT

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, METRO TIMORNEWSNID – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan dan komunitas keagamaan. Berangkat dari semangat tersebut, Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar Seminar Nasional bertajuk “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” di Hotel Sasando Kupang, Kamis (23/7/2026).

Seminar ini menjadi ruang akademik sekaligus ruang refleksi yang mempertemukan perspektif iman, budaya lokal, dan kepedulian ekologis dalam menjawab berbagai tantangan perubahan zaman. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan penguatan isu ekologi yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menghadirkan empat narasumber dari lintas disiplin ilmu, seminar ini diisi oleh Dr. Daud Saleh Luji, M.Pd. (Akademisi dan Pemerhati Pendidikan), Dr. Ebenhaezer I. Nuban Timo, M.A. (Akademisi dan Teolog), Dr. Talita Tlonaen, M.Pd. (Akademisi dan Pemerhati Budaya Lokal), serta sodorus Lilijawa, S.Fil., M.M. (Praktisi dan Pemerhati Pembangunan Berkelanjutan).

Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Ezra Tari, mengatakan tema seminar dipilih sebagai respons terhadap semakin menguatnya isu kerusakan lingkungan yang menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan ekologi tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai iman dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Program ini lahir dari kesadaran bahwa hubungan manusia dengan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, manusia perlu memahami dirinya sebagai makhluk beriman sekaligus makhluk berbudaya yang memiliki tanggung jawab menjaga alam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seminar tersebut menjadi wadah bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi untuk menghadirkan gagasan-gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Seluruh hasil pemikiran peserta nantinya akan diterbitkan dalam bentuk prosiding maupun chapter book, sehingga dapat menjadi referensi akademik sekaligus bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan.

“Harapan kami, seminar ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan karya ilmiah yang mampu membangun paradigma baru bahwa isu lingkungan, budaya, dan kehidupan bersama merupakan tanggung jawab semua pihak,” katanya.

Menurut Ezra, sekitar 50 peserta mengikuti seminar secara luring, sementara peserta lainnya bergabung secara daring dari berbagai daerah. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi, sekolah tinggi teologi, dosen, mahasiswa, peneliti, serta mitra akademik yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Simon Kasse, M.Pd.K., menegaskan bahwa tema seminar mengajak masyarakat untuk kembali memahami identitas manusia sebagai makhluk yang berasal dari tanah, sebagaimana diajarkan dalam Alkitab.

“Tanah adalah sumber kehidupan dan sumber berkat. Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk mengelola bumi dengan bijaksana agar menghasilkan kehidupan. Namun perkembangan teknologi yang begitu pesat sering kali membuat manusia melupakan akar kehidupannya sendiri,” jelasnya.

Menurut Simon, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan manusia dari alam, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga tanah sebagai sumber kehidupan sekaligus warisan bagi generasi mendatang.

“Setelah mengikuti seminar ini, kami berharap para akademisi dan mahasiswa mampu mengedukasi masyarakat tentang bagaimana mengelola tanah secara bijaksana, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun kesadaran bahwa dari tanahlah manusia memperoleh kehidupan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Melalui seminar nasional ini, Pascasarjana IAKN Kupang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya melahirkan kajian ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial, budaya, dan lingkungan.

Mengusung semangat ekoteologi, IAKN Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan iman. Dengan memadukan nilai-nilai spiritual, kearifan budaya lokal, dan prinsip pembangunan berkelanjutan, kampus ini berharap lahir generasi intelektual yang mampu menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta demi masa depan yang lebih lestari.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35