Srikandi Timor Raih Penghargaan Internasional

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PETALING JAYA, METRO TIMORNEWS.ID – Prestasi membanggakan kembali mengudara dari bumi Flobamora. Nama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), berkibar anggun di panggung internasional berkat dedikasi luar biasa sosok Yusinta Nenobahan Syarief atau yang akrab disapa YNS. Srikandi tangguh asal Mollo ini sukses meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Grand Honors 2026 Malaysia Chapter.

Pada perhelatan megah yang digelar Sabtu (25/7/2026) di M World Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, Yusinta secara resmi dianugerahi penghargaan Most Visionary Professional of the Year Award 2026 untuk kategori Most Visionary Professional in Public Welfare & Social Development oleh STAR ICONIC Award Management.

Penghargaan internasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen tanpa lelah Yusinta selaku Founder Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) sekaligus CEO YSM Group (PT Yusinta Srikandi Mandiri). Lewat tangan dinginnya, ia terus menggerakkan roda perubahan di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Di hadapan ratusan tokoh terkemuka dari berbagai belahan dunia, Yusinta memukau audiens tidak hanya melalui prestasinya, tetapi juga lewat kerendahan hati dan kecintaannya yang mendalam pada tanah kelahiran. Dengan bangga, ia memperkenalkan dirinya sebagai putri daerah yang tumbuh dari desa pelosok di Kabupaten TTS.

Penuh haru dan ketulusan, Srikandi Mollo ini mempersembahkan piala kehormatannya untuk tanah Flobamora.

“Penghargaan ini saya persembahkan khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ucap Yusinta penuh nada haru dalam video sambutannya.

Kehadirannya di Malaysia pun bukan sekadar untuk menerima trofi. Yusinta membawa misi kemanusiaan yang mulia. Di sela agenda penghargaan, ia bersama tim Yayasan YNS aktif menggelar konsolidasi untuk merajut kerja sama strategis terkait pendampingan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya penanganan kasus overstay dan perlindungan ketenagakerjaan, agar para pahlawan devisa dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.

Salah satu momen paling berkesan dan menyentuh sanubari para undangan adalah ketika Yusinta membagikan filosofi kepemimpinannya. Tanpa sekat kesombongan, ia menegaskan kekuatan esensial seorang perempuan.

“Saya tidak ingin memimpin dengan gaya seorang laki-laki. Saya adalah perempuan, saya seorang ibu, seorang pekerja sekaligus ibu rumah tangga,” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan peserta dari berbagai negara.

Yusinta menceritakan keputusannya bergerak di jalur sosial. Dulu, ia hanyalah seorang ibu bagi tiga anaknya. Namun kini, melalui Yayasan YNS, naluri keibuannya terbentang luas memeluk banyak anak-anak di pelosok daerah agar bisa mengenyam pendidikan yang layak.

Tak hanya pemikirannya yang visioner, penampilan Yusinta malam itu turut mencuri perhatian. Dengan anggun, ia membalut dirinya dalam balutan busana tenun ikat motif khas Timor. Keindahan ragam hias dan nilai seni tinggi kain tradisional NTT tersebut sukses memikat decak kagum para tamu internasional.

Yusinta mengungkapkan, banyak peserta yang menghampirinya hanya untuk memuji keunikan tenun yang ia kenakan, bahkan menanyakan cara mendapatkannya. Momen tersebut langsung dimanfaatkannya sebagai sarana diplomasi budaya.

Ia menjelaskan bahwa setiap helai kain yang ia pakai adalah simfoni karya jemari terampil para penenun lokal di kampung halamannya. Yusinta bahkan melayangkan undangan terbuka bagi masyarakat dunia untuk berkunjung langsung ke Nusa Tenggara Timur.

“Semoga tenun dari kampung halaman kita semakin dikenal di berbagai negara, para penenun semakin maju, dan budaya NTT terus menjadi kebanggaan di mata dunia,” pungkasnya optimis.

Melalui kiprahnya, Yusinta Nenobahan Syarief tidak hanya membuktikan kapasitas perempuan Indonesia di kancah global, tetapi juga membuktikan bahwa dari pelosok Timor, sebuah dedikasi mampu menerangi dunia.

(Martin Metro TimorNews.Id)

Berita Terkait

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK
Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru
SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026
SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026
SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT
Sampah Kota Soe Terus Bertambah, DLH TTS Benahi Fasilitas Secara Bertahap
Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan
FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:12

Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Satresnarkoba Polres Sumba Timur Periksa Apotek Kambaniru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:36

SMKN Lobalain Apresiasi Partisipasi dalam Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:54

SMKN 1 Kabupaten Kupang Tegaskan: Bukan Sekadar Menang, Siswa Harus Pulang Bawa Ilmu dari Bootcamp IoT 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47

SMKN Pantai Baru Ikuti Bootcamp dan Challenge IoT 2026, Cetak Inovator Muda NTT

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:00

Antrean Pertalite Mengular di TTS, Yabes Nubatonis Soroti Distribusi dan Pengawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Berita Terbaru

Daerah

Kadis Pendidikan NTT Tekankan Tiga Kriteria Siswa SMK

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:35