PDI Perjuangan Flores Timur Dinahkodai Mantan Bupati AGH, Peringati 30 Tahun Tragedi Kudatuli

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LARANTUKA, METRO TIMORNEWS.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur yang dinahkodai mantan Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon (AGH), memperingati 30 tahun tragedi Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli atau Kudatuli.

Peringatan tersebut dikemas dalam kegiatan Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar di kawasan pantai Kelurahan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Senin (27/7/2026).

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan mimbar bebas yang diikuti sekitar 200 kader muda PDI Perjuangan dari PAC dan ranting se-Kabupaten Flores Timur.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, mengatakan refleksi Kudatuli bukan sekadar kegiatan untuk mengenang sejarah perjalanan partai, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa demokrasi harus terus dijaga.

“Demokrasi tidak pernah datang gratis. Ada orang-orang yang membayar mahal agar bangsa ini tetap bisa bersuara. Kudatuli adalah pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini lahir dari keberanian mereka yang menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujar AGH.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperjuangkan dalam peristiwa Kudatuli tetap relevan hingga saat ini. Karena itu, siapa pun yang sedang memegang kekuasaan harus belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Legitimasi kekuasaan lahir dari kepercayaan rakyat, bukan dari rasa takut,” tegasnya.

AGH juga menekankan pentingnya profesionalisme aparat negara sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga demokrasi.

“Profesionalisme TNI dan Polri adalah fondasi demokrasi,” katanya.

Ia menegaskan, peringatan Kudatuli tidak dimaksudkan untuk membuka kembali luka lama maupun memelihara kebencian. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi refleksi bersama agar bangsa Indonesia tidak kembali mengulangi praktik-praktik yang dapat mencederai demokrasi.

Kader Muda Diajak Memahami Makna Kudatuli

Dalam kesempatan tersebut, AGH berharap generasi muda tidak hanya mengenal Kudatuli sebagai sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diperjuangkan di balik peristiwa tersebut.

Nilai itu antara lain keberanian menjaga konstitusi, kebebasan menyampaikan pendapat, serta keberpihakan kepada rakyat.

Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Flores Timur merupakan bagian dari pelaksanaan Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang dilaksanakan PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi Indonesia dibangun melalui pengorbanan, keberanian, serta komitmen untuk menempatkan hukum dan konstitusi di atas kepentingan kekuasaan.

Dalam kegiatan itu juga hadir Frans, putra asli Lamaholot dari Pulau Adonara, yang merupakan salah satu tokoh senior dan perintis PDI Perjuangan di Flores Timur sekaligus mantan Bupati Flores Timur periode 2017–2022.

Frans turut membagikan pengalaman perjuangan dan dinamika politik pascaperubahan dari PDI menjadi PDI Perjuangan. Ia juga hadir melalui sambungan video call dan menceritakan pengalaman ketika dirinya dan sejumlah wartawan menghadapi situasi mencekam di Jakarta pada 1996.

Mimbar Bebas Soroti Keberpihakan Negara kepada Rakyat

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mimbar bebas yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat, termasuk wartawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, aktivis, serta kader PDI Perjuangan.

Salah satu pembicara, wartawan TVRI sekaligus mantan aktivis PMKRI Cabang Kupang, Patman Werang, menyoroti pentingnya keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil.

Patman menilai pemerintah dan negara harus memastikan seluruh kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak menjadikan masyarakat kecil sebagai pihak yang terus berada di posisi paling lemah.

Ia juga menyoroti keterlibatan institusi militer dalam berbagai urusan sipil yang menurutnya perlu dikaji dan diluruskan kembali sesuai dengan prinsip demokrasi dan supremasi sipil.

“Ini harus diluruskan kembali,” tegas Patman dalam mimbar bebas tersebut.

Kegiatan refleksi turut dihadiri organisasi PMKRI, tokoh masyarakat setempat, para kader PDI Perjuangan, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, para kader PDI Perjuangan Flores Timur membacakan ikrar komitmen kader untuk terus menjaga demokrasi, menjunjung tinggi konstitusi, serta mempertahankan keberpihakan kepada rakyat.

Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Flores Timur pun menjadi momentum bagi kader PDI Perjuangan untuk meneguhkan kembali komitmen ideologis bahwa kekuasaan harus selalu ditempatkan dalam koridor hukum, konstitusi, demokrasi, dan kepentingan rakyat.

(RS)

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”
Tiap Momen Dijadikan Kesempatan, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Gaungkan “Tanah Marapu Bersih Narkoba” di Forum Konsultasi Publik
Tinggal Hitungan Jam! PMB IAKN Kupang Ditutup 7 Agustus, Kesempatan Terakhir Kuliah di Kampus Kristen Negeri Satu-satunya di Nusa Tenggara dan Bali
6 Mahasiswa KKN UMK Resmi Mengabdi di Desa Anin, Siap Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat
Dosen UNDANA Dampingi MGMP Biologi Kota Soe Olah Limbah Organik Jadi Kompos Pakai Mesin Tabolabale Drum Komposter
Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta
Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara
Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:45

Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:29

Tiap Momen Dijadikan Kesempatan, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Gaungkan “Tanah Marapu Bersih Narkoba” di Forum Konsultasi Publik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:47

Tinggal Hitungan Jam! PMB IAKN Kupang Ditutup 7 Agustus, Kesempatan Terakhir Kuliah di Kampus Kristen Negeri Satu-satunya di Nusa Tenggara dan Bali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:11

6 Mahasiswa KKN UMK Resmi Mengabdi di Desa Anin, Siap Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:49

Perseftim U-17 Tersingkir, KONI Tak Cairkan Sisa Dana Rp20 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:36

Trofeo Generasi Muda Skinu 2026 Resmi Berlabuh, Oe’ekam Warriors FC Tampil Sebagai Juara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:33

Fr. Athanasius: Di Usia ke-20,FQI Kefamenanu Komitmen Cetak Generasi Beriman dan Berkarakter

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:18

YNS Apresiasi Prestasi Hanny Babys, Offroader Putri Asal TTS yang Harumkan Nama NTT di Pentas Nasional

Berita Terbaru