SOE,METROTIMORnews.ID – Masyarakat di berbagai daerah kerap kali hanya disuguhi retorika perubahan tanpa disertai aksi nyata.
Akibatnya, mereka semakin terperangkap dalam ruang-ruang hampa harapan, penuh janji yang tak kunjung datang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) sekaligus penggerak Komunitas Soe Berbagi (KASOGI), Sandy Mathias Rupidara, menegaskan bahwa perubahan sejati tidak lahir dari wacana semata, melainkan dari keberanian melakukan restorasi sosial sebagai jalan menuju transformasi yang nyata.
Dalam wawancara bersama METROTIMOR.ID, Selasa (07/10/2025) di Kota Soe, Sandy menyampaikan bahwa aksi-aksi kecil yang dilandasi empati dan kepedulian adalah fondasi dari perubahan yang sesungguhnya.
“Sebagai pegiat sosial, saya melihat langsung bahwa kekuatan perubahan hadir melalui aksi-aksi kecil yang tumbuh dari empati dan kepedulian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sandy menekankan bahwa kegiatan sosial tidak semata-mata bersifat karitatif, tetapi merupakan ruang untuk mempertemukan berbagai perbedaan—baik sosial, agama, jabatan, maupun kedudukan—dalam semangat kemanusiaan yang murni.
Terkait dengan kondisi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sandy menilai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.“Ketika perubahan dijadikan tujuan bersama, perbedaan menjadi energi kolaborasi, bukan pemisah. Inilah yang menjadi penjaga nurani sosial agar pembangunan di TTS tidak kehilangan arah nilai dan tetap berpijak pada kemanusiaan,” ungkapnya.
Sandy juga menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap para pegiat sosial, yang menurutnya bukan hanya bentuk penghargaan moral, tetapi juga bagian dari investasi sosial untuk menciptakan transformasi yang berkeadilan.
“Dukungan kepada pegiat sosial bukan hanya penghargaan moral, melainkan bagian dari investasi sosial menuju transformasi yang berkeadilan dan berkehidupan bagi sesama kita yang masih hidup di pojok-pojok gelap ruang kehidupan, yang kerap luput dari perhatian para pengambil kebijakan,” tutupnya.
MTID- DEPO








