BA’A, METROTIMORNEWS.ID – Suasana sukacita dan haru menyelimuti Paroki Santo Kristoforus Ba’a pada Rabu (15/10/2025). Denting lonceng dan hentakan kaki berpadu dengan alunan lagu tradisional “Kuan Kefa” saat umat Katolik menyambut kedatangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Kunjungan pastoral ini menjadi momen bersejarah yang disambut dengan upacara adat meriah. Setibanya di pelataran gereja, Uskup Hironimus, yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Erik Fkun, langsung disambut dengan kekayaan budaya Dawan dan Rote. Topi adat Ti’i Langga sebagai simbol kehormatan dikenakan di kepalanya, sementara selimut adat Rote disampirkan di bahunya sebagai tanda penerimaan hangat dari umat.
Gema sorakan “Tabe” dan “Palate” membahana dari barisan panjang umat yang antusias menanti kesempatan untuk bersalaman dengan gembala mereka. Momen penyambutan ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Kristoforus Ba’a, RD Adrianus Bae Meman, bersama Pastor Rekan RD Peter Seto Dai, serta para suster dan seluruh pengurus gereja.
Penguatan Iman dan Pelayanan Hingga Pelosok
Di dalam gereja, suasana semakin khidmat saat lagu “Pasce Oves Meas” (Gembalakanlah Domba-domba-Ku), yang merupakan motto penggembalaan Uskup Hironimus, dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Kunjungan ini tidak hanya sebatas perayaan seremonial. Uskup juga meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan umat di teras pastoran, mendengarkan harapan dan kisah mereka.
Selain itu, Uskup Hironimus memberikan rekoleksi dan pelayanan pengakuan dosa kepada para anggota Pemuda Katolik Komisariat Cabang Rote Ndao, memberikan semangat baru bagi kaum muda dalam menghidupi iman.
Pastor Paroki, RD Adrianus Bae Meman, menyatakan bahwa kunjungan ini adalah tanda cinta Gereja bagi umat di wilayah terpencil. “Kunjungan ini menjadi tanda penguatan iman dan sekaligus tanda cinta dari Gereja kepada wilayah-wilayah pelosok yang selama ini menantikan kehadiran gembala utama,” ujarnya.
Rangkaian kunjungan Uskup Agung Kupang di Rote Ndao dijadwalkan akan berlanjut dengan pelayanan ke pulau terpencil Ndao, meninjau kapela di Oelua, serta memberikan pelayanan Komuni Pertama, melantik pengurus Pemuda Katolik, dan memberkati aula serta penginapan paroki.
(***)








