KAPAN, METROTIMORNEWS.ID – Merespons tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, dosen-dosen Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). PKM ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mengusung tema “Peningkatan Literasi Digital bagi Jemaat tentang Edukasi dan Etika Penggunaan Media Sosial bagi Pemuda di Jemaat Ebenhaezer Kapan, Klasis Mollo Utara”. Kegiatan ini menarik perhatian 22 remaja dan pemuda, menunjukkan antusiasme mereka untuk belajar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 3 September 2025 ini bertujuan memberikan penguatan positif kepada para pemuda, yang disebut sebagai tulang punggung gereja. Nofriana Baun, M.Pd.K, salah satu dosen yang terlibat, menegaskan bahwa tanpa pemahaman yang benar tentang etika bermedia sosial, harapan gereja untuk masa depan tidak akan tercapai. “Pemuda adalah tulang punggung gereja, jika tidak diberikan penguatan secara positif tentang etika menggunakan media sosial, maka harapan gereja tidak akan terjawab,” ujar Nofriana Baun.
Pdt. Yunus Anin, S.Th, yang turut hadir dan membuka kegiatan, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini telah lama dinantikan oleh jemaatnya. “Sekian lama kami merindukan kegiatan seperti ini sebab akhir-akhir ini banyak remaja dan pemuda yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena tidak diberikan edukasi,” ungkap Pdt. Yunus. Ia juga menekankan pentingnya “edukasi tahu diri,” yaitu pemahaman bahwa Tuhan adalah satu-satunya juruselamat di era modern ini. “Hidup perlu tahu diri, tahu batas sejauh mana menggunakan media sosial,” tambahnya.
Materi Menarik dan Diskusi Interaktif:
Dalam sesi paparan materi, ada dua topik menarik yang disampaikan oleh para narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Adriana Sole, M.Pd.K, yang membahas tentang “Pacaran Zaman Now di Era Digital”. Ia memberikan edukasi tentang bagaimana remaja dan pemuda harus cerdas dalam menggunakan media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ibu Adriana mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan diri yang baik dalam bermedia sosial, seseorang bisa jatuh dalam dosa.
Materi kedua disampaikan oleh Hasanudian Manurung yang membahas “Literasi Digital untuk Pemuda Desa dalam Menangkal Hoax dan Kejahatan Siber”. Sesi ini membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dan melawan berita palsu serta kejahatan siber yang semakin marak.
Selama kegiatan berlangsung, para remaja dan pemuda menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif, menunjukkan bahwa topik-topik ini sangat relevan dan penting bagi mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membekali generasi muda Jemaat Ebenhaezer Kapan untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
Reporter: Martin Knaufmone








