Alor, Metrotimornews.id— Komitmen untuk memperkuat peran penyuluhan agama dalam menjawab tantangan zaman digital kembali diwujudkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Kupang, melalui kegiatan edukatif di Kabupaten Alor.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kurniawati Aseleo, M.Pd.K sebagai Ketua Tim, bersama anggota dosen: Merling Tonia Litron Lithos Conthes Messakh, M.Pd, Eko Paulus A. Kale, M.Pd.K, serta dua mahasiswa: Gidion Padamani dan Fera Dekabesi.
Dengan mengusung tema “Implementasi Asta Protas Kemenag RI dalam Penyuluhan Etika Kristen dan Literasi Digital”, tim PKM menyasar sekolah-sekolah menengah Kristen di Alor. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan edukasi, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama, etika dalam bermedia digital, serta penguatan karakter Kristiani di tengah arus informasi yang kian kompleks.
“Kami ingin menghadirkan penyuluhan agama yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, terutama di tengah tantangan dunia digital. Etika Kristen harus menjadi fondasi dalam bersikap dan berpikir,” ujar Kurniawati Aseleo.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teologis, tetapi juga keterampilan literasi digital yang bertanggung jawab—sejalan dengan semangat Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI, khususnya pada poin penguatan moderasi beragama dan transformasi digital.
Melalui PKM ini, Prodi Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang menegaskan peran strategisnya dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia pendidikan menengah Kristen. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kehadiran IAKN Kupang sebagai mitra transformasi sosial dan spiritual di masyarakat.
Foto: Tim PKM
Penulis: Merling Messakh








