ROTE NDAO,METROTIMORNEWS.ID– Senin (28/10) – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Kabupaten Rote Ndao diwarnai oleh seruan patriotisme sekaligus tantangan serius terkait nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ratusan PPPK yang mayoritas adalah generasi muda kini berada di bawah bayang-bayang ancaman gaji yang tak menentu.
Dalam upacara yang disiarkan langsung, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., mengajak pemuda untuk memperjuangkan kemandirian ekonomi daerah, di tengah isu pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat.
Isu krusial mengenai nasib gaji 894 PPPK telah menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati Paulus Henuk sebelumnya memprotes keras kebijakan Pemerintah Pusat yang memotong anggaran TKD untuk Rote Ndao senilai sekitar Rp 73 Miliar.
Pemotongan anggaran ini menimbulkan ancaman serius terhadap keberlanjutan pembayaran gaji para PPPK.
“Anggaran yang kami miliki saat ini hanya cukup untuk pembayaran gaji PPPK hingga Desember 2026. Dengan adanya pemotongan ini, kelanjutan gaji mereka untuk tahun-tahun berikutnya berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Bupati Paulus Henuk dalam keterangan yang menjadi sorotan publik.
Dalam amanatnya pada peringatan Sumpah Pemuda, Bupati Paulus Henuk menghubungkan semangat kebangsaan dengan kondisi fiskal daerah saat ini. Ia mengajak generasi muda untuk mewujudkan semangat persatuan dan kegigihan di tengah kesulitan ekonomi.
“Mereka tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa. Itulah kekuatan bangsa kita,” seru Bupati.
Bupati Paulus menegaskan bahwa perjuangan pemuda masa kini tidak lagi berhadapan dengan bambu runcing, melainkan melawan kemalasan, kebodohan, dan yang terpenting, perjuangan untuk kemandirian ekonomi daerah.
“Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan empati. Pemuda Rote Ndao diharapkan tetap berdiri kokoh ketika menghadapi berbagai rintangan pembangunan,” tegasnya.
Isu ancaman gaji PPPK ini merupakan ujian nyata bagi Pemda Rote Ndao dalam upaya memperjuangkan alokasi dana daerah. Momentum Sumpah Pemuda diharapkan menjadi pendorong bagi seluruh elemen, termasuk para PPPK, untuk bersinergi dan mencari solusi agar Rote Ndao tetap dapat melangkah menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Sumber: Siaran Langsung YouTube Kominfo Rote Ndao / Tim Komunikasi Publik Pemkab Rote Ndao








