Pius Mali: Pertobatan Ekologis dan Kesadaran Lingkungan

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Rote Ndao,Metrotimornews.id— Penyerahan tong sampah secara simbolik kepada Gereja menjadi momentum penting bagi upaya peningkatan kesadaran ekologis umat.

Hal ini disampaikan Penasihat Pemuda Katolik Komcab Rote Ndao, Pius Mali, yang menegaskan bahwa aksi sederhana tersebut membawa pesan moral dan spiritual yang kuat bagi gereja dan masyarakat.

Pius Mali menjelaskan bahwa penyerahan tong sampah bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi ajakan bagi umat untuk melakukan pertobatan ekologis.

Ia menegaskan bahwa gereja ingin membangun cara hidup baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, sejalan dengan seruan Paus Fransiskus dalam ensiklik “Laudato Si” bahwa merawat bumi merupakan tindakan iman.

Menurut Pius, gereja juga ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari kekudusan.

Tempat ibadah yang bersih, katanya, mencerminkan iman yang terwujud dalam tindakan sehari-hari, termasuk pengelolaan sampah.

“Kesalehan tidak hanya terlihat di altar, tetapi juga di halaman gereja, di jalan, dan di rumah,” ungkapnya.

Penyerahan tong sampah itu disebut sebagai bagian dari pendidikan ekologis yang dimulai dari rumah Tuhan.

Gereja ingin memberi pemahaman kepada umat, khususnya anak-anak dan pemuda, bahwa setiap sampah memiliki konsekuensi bagi lingkungan.

Pius Mali juga menekankan peran pemuda sebagai pelopor. Jika tong sampah disiapkan oleh kaum muda, hal itu menjadi bukti bahwa iman tidak hanya diungkapkan dalam doa, tetapi juga dalam karya konkret bagi kebaikan bersama.

Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan wujud kepedulian sosial gereja terhadap lingkungan sehat, sekaligus menegaskan bahwa gereja hadir sebagai bagian dari masyarakat dan sahabat bagi lingkungan.

Tong sampah yang digunakan tidak hanya untuk gereja, tetapi juga dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Tong sampah ini menjadi simbol bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Gereja ingin menumbuhkan kebiasaan baru demi masa depan yang lebih bersih dan sehat,” kata Pius Mali.

Ia berharap dapat mempererat hubungan gereja dan masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih tertata dan bertanggung jawab.

(***)

Berita Terkait

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT
Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau
IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini
Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG
21 Tim Futsal SMA/SMK Adu Skill di Fides Cup 2026 SMA FQI Kefamenanu
Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores
Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:10

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15

Anas CUP I Memasuki 8 Besar, Oeleu Family Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lebah Hijau

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:37

IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Dipersiapkan Jadi Generasi Berkarakter dan Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09

Mahasiswa KKN UMKOE Kota Lama Edukasi Siswa SD tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:15

21 Tim Futsal SMA/SMK Adu Skill di Fides Cup 2026 SMA FQI Kefamenanu

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:58

Runtuh Sebelum Matahari Seutuhnya Terlihat Di Flores

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:31

Manufui Cup 2026 Resmi Dibuka, PBVSI NTT Berburu Bibit Atlet Masa Depan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:01

Simposium Ilmiah FKIPK IAKN Kupang Dorong Mahasiswa Integrasikan Iman dan Ilmu

Berita Terbaru

Daerah

Fransiskus Sodo Hari ini Dilantik Jadi Sekda NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 16:10