SKINU, METRO TIMORNEWS.ID – Di bawah naungan atap Gereja Efata Boimanas, Desa Skinu, suasana malam Natal, 25 Desember 2025, terasa begitu khidmat sekaligus mengharukan. Meski rintik hujan membasuh bumi Toianas, hangatnya kasih Natal terpancar nyata melalui penampilan sederhana namun bermakna dari anak-anak PAUD Anas Jaya.
Puncak suasana haru terjadi saat sebuah puisi berjudul “Yesus, Ketika Kulihat Engkau Menangis dalam Pelukan Ibu” dibacakan. Puisi ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah refleksi polos dari hati anak-anak tentang kelahiran Sang Juru Selamat di tengah dinginnya malam.
Suasana gereja menjadi hening saat bait demi bait meluncur dari bibir mungil para siswa PAUD. Bait yang menggambarkan bagaimana dinginnya malam Natal berpadu dengan rintik hujan, diibaratkan sebagai aliran air sungai yang membawa kesegaran sekaligus pesan kedamaian.
“Dingin malam ini kalah oleh pelukan kasih-Mu. Seperti rintik hujan yang mengalir di sungai, begitulah air mata syukur kami melihat Engkau hadir untuk kami.”
Pesan Kasih dari Desa Skinu
Kehadiran anak-anak PAUD Anas Jaya di mimbar Gereja Efata menjadi simbol bahwa sukacita Natal milik siapa saja, termasuk mereka yang berada di pelosok desa. Penampilan mereka mengingatkan jemaat bahwa di balik tangis bayi Yesus di palungan, ada janji keselamatan yang mengalir abadi bagi umat manusia.
Acara Natal yang berlangsung di Kecamatan Toianas ini ditutup dengan tepuk tangan meriah dan isak tangis bahagia dari orang tua serta jemaat yang hadir. Malam itu, rintik hujan di luar gereja bukan lagi dipandang sebagai penghalang, melainkan berkat yang mengiringi kelahiran Raja Damai.








