KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Masa depan industri otomotif tidak lagi hanya milik mereka yang mahir membongkar mesin. Industri kini membutuhkan generasi muda yang kreatif, berani berpikir berbeda, dan memiliki mental juara. Semangat inilah yang dibawa MPM Network Support melalui departemen Learning and Development dalam sosialisasi dan workshop kreativitas bagi siswa SMK di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung MPM Kuanino, Kupang, itu diikuti 24 siswa terpilih dari SMKN 2 Kupang dan SMKN 1 Soe. Para peserta mendapat kesempatan langka belajar langsung dari pakar creative thinking, Herry Budijanto Dragono atau yang akrab disapa Mbah Dragon, peraih Gold Merlin Award tahun 2025.
Bukan Sekadar Teknik, Tapi Pola Pikir
Learning and Development Department Head MPM, Ratna Tri Hartati, menegaskan bahwa teknisi masa depan tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Mereka juga harus memiliki soft skill yang kuat.
Menurutnya, saat ini lebih dari 100 sekolah binaan Honda—termasuk dua di NTT dan 98 di Jawa Timur—secara rutin mendapatkan pembaruan teknologi secara daring. Namun, penguatan pola pikir kreatif dan mental berani bersaing masih menjadi tantangan.
“Anak-anak SMK di NTT jangan membatasi diri. Jangan merasa karena berasal dari daerah lalu tidak bisa bersaing. Keluar dari zona nyaman, coba hal baru, dan teruslah haus akan ilmu,” ujar Ratna memberi motivasi.
Inspirasi dari Bangkok: 1 Liter untuk Ribuan Kilometer
Dalam sesi workshop, Mbah Dragon memantik semangat para peserta dengan kisah inspiratif dari Thailand. Ia menceritakan bagaimana siswa SMK kelas dua di Bangkok mampu memodifikasi mesin 125 cc sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar luar biasa—mencapai 2.839 kilometer hanya dengan satu liter bensin.
Menurutnya, capaian tersebut bukanlah keajaiban, melainkan hasil rekayasa desain dan aerodinamika yang lahir dari kreativitas tanpa batas.
“Kreativitas tidak lahir dari kemalasan. Kreativitas lahir dari latihan terus-menerus dan keberanian untuk berpikir berbeda,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda NTT agar meninggalkan kebiasaan tidak produktif dan mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen MPM untuk Vokasi di NTT
Tidak berhenti pada workshop, MPM juga menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan vokasi di NTT.
Beberapa langkah yang tengah diupayakan antara lain:
- Ekspansi sekolah binaan, dari saat ini dua sekolah di NTT menjadi minimal 20 sekolah ke depan.
- Penjajakan kerja sama baru dengan SMK Kristen 2 Kupang untuk memperluas program pembinaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kualitas pendidikan vokasi di wilayah timur Indonesia.
Investasi Masa Depan
Melalui program ini, MPM ingin membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar kewajiban bisnis. Lebih dari itu, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi teknisi yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di industri global.
Dengan mental juara dan kreativitas yang terus diasah, para siswa SMK di NTT diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan industri otomotif Indonesia di masa depan.
(MARTIN MTID)








