Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Pemerintah Terima Aspirasi, Namun Tak Bisa Diselesaikan dengan Tenggat Waktu

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, METROTIMORNEWS.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi ultimatum yang diberikan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah terkait pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah memberikan tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah serta menstabilkan perekonomian nasional. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar dengan membawa isu “Reformasi Jilid 2”.

Menanggapi hal itu, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah menerima aspirasi mahasiswa sebagai masukan yang konstruktif. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah bekerja keras melalui koordinasi lintas sektor guna mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi bangsa.

“Kami menerima aspirasi tersebut sebagai masukan kepada pemerintah. Beberapa hari ini kita benar-benar bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian yang ada,” ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomi, khususnya terkait fluktuasi nilai tukar rupiah, dipengaruhi banyak faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi global. Karena itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dan mengambil berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Prasetyo optimistis kebijakan yang ditempuh pemerintah akan memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi dan penguatan rupiah. Ia menilai sinergi antar lembaga serta kepastian bagi dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.

Terkait ultimatum 18 hari yang diberikan mahasiswa, Prasetyo menyatakan bahwa persoalan ekonomi yang bersifat fundamental tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan tenggat waktu tertentu.

Menurutnya, tidak semua target ekonomi bisa dicapai dalam waktu yang telah ditentukan karena banyak faktor yang memengaruhi proses pemulihan ekonomi.

Meski demikian, pemerintah mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Prasetyo menilai tuntutan tersebut mencerminkan semangat generasi muda yang ingin melihat kondisi ekonomi Indonesia semakin baik.

Aksi dan tuntutan BEM SI Jawa Tengah tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi yang digelar di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Semarang. Dalam aksi itu, mahasiswa mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan memperbaiki kondisi ekonomi nasional demikian pemberitaan yang dilansir metrotimornews. Id, dari Suara. Com, Kamis 11 Juni 2026.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait

Lenteng Agung, Dukung Kesiapan Satuan dan Kesejahteraan Prajurit Aktif
Mahasiswa Gelar Aksi Besar di Jakarta, Tuntut Harga BBM Turun dan Setop Program MBG
Kakanwil Kemenag NTT Serahkan Izin Operasional Dua SMTK dan Resmikan Dua Ruang Kelas Baru di Rote Timur
Pangdam XXI/RI dan Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Presiden Prabowo di Lampung
IAKN Kupang Gaungkan Semangat “Dengan Iman Kalahkan HIV/AIDS” di SMA Negeri 11 Kota Kupang
Generasi Z Lawan HIV/AIDS: Mahasiswa IAKN Kupang Edukasi Siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang
Pangdam I/BB Hadiri KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI 2026 di Makodam Bukit Barisan
Tim PkM Institut Pendidikan Soe Edukasi Literasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal Di SD Inpres Taetimu

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:44

Lenteng Agung, Dukung Kesiapan Satuan dan Kesejahteraan Prajurit Aktif

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:57

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Pemerintah Terima Aspirasi, Namun Tak Bisa Diselesaikan dengan Tenggat Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:04

Mahasiswa Gelar Aksi Besar di Jakarta, Tuntut Harga BBM Turun dan Setop Program MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:06

Kakanwil Kemenag NTT Serahkan Izin Operasional Dua SMTK dan Resmikan Dua Ruang Kelas Baru di Rote Timur

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:55

Pangdam XXI/RI dan Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Presiden Prabowo di Lampung

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:37

Generasi Z Lawan HIV/AIDS: Mahasiswa IAKN Kupang Edukasi Siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:03

Pangdam I/BB Hadiri KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI 2026 di Makodam Bukit Barisan

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:56

Tim PkM Institut Pendidikan Soe Edukasi Literasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal Di SD Inpres Taetimu

Berita Terbaru