METROTIMORNEWS.ID, KUPANG – SMA Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (23/07/2026). Kegiatan yang mengusung konsep ramah anak dan pembentukan karakter ini berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Senin, 21 Juli 2026.
Ketua Panitia Pelaksana MPLS, AlexandraTaum, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa seluruh agenda kegiatan berjalan lancar, aman, serta kental dengan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
“MPLS tahun ini kami kemas dengan konsep MPLS Ramah sesuai panduan 2026. Fokusnya bukan perploncoan, tapi membangun rasa aman, kekeluargaan, dan kesiapan siswa baru mengikuti kehidupan di seminari,” ungkap Alexandra kepada wartawan, Rabu (23/7).
Resmi Dibuka Lewat Upacara Bendera
Pembukaan MPLS ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang.
Sebagai simbol resminya para peserta didik baru diterima di lingkungan seminari, Kepala Sekolah melakukan pengalungan tanda pengenal (ID Card) secara simbolis kepada tiga orang perwakilan siswa baru.

Dua Fokus Utama Pembinaan
Alexandra menambahkan, pelaksanaan MPLS di lembaga pendidikan calon imam dan pemimpin masa depan ini menitikberatkan pada dua tujuan utama:
-
Menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan bagi seluruh murid baru.
-
Membantu adaptasi siswa baru dalam mengenali kondisi sosial, budaya, dan aturan lingkungan sekolah.
Usung Tema Generasi Unggul dan Siap Melayani
MPLS 2026 di SMA Seminari Santo Rafael Oepoi mengusung tema besar: “Membangun generasi unggul yang beriman, tangguh, berkarakter, kreatif, adaptif, dan Siap Melayani.”
Penekanan materi selama tiga hari disesuaikan dengan panduan MPLS Ramah 2026 yang mencakup pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan, serta penanaman nilai-nilai dasar seperti disiplin, integritas, ketulusan hati, beriman, berharap, dan kasih.
Para siswa dibekali dengan materi tata tertib sekolah, spiritualitas khas seminari, wawasan kebangsaan, perkenalan jajaran guru dan kakak asuh, hingga pembinaan mental spiritual.
Siswa Baru Mengaku Senang dan Siap Diproses
Melalui MPLS ini, para calon seminaris diharapkan siap menjalani proses pendidikan dan pembinaan berasrama dengan bekal iman, disiplin tinggi, serta semangat pelayanan.
Respon positif juga datang dari para peserta didik baru. Damian, salah satu siswa baru, mengaku sangat terkesan dengan keramahan para senior dan guru.
“Saya senang bisa berinteraksi dengan teman-teman dan kakak kelas, serta mengenal lingkungan sekolah dan aturan-aturannya,” tutur Damian penuh semangat. (Albert Baunsele/MTN)








