TOIANAS, METRO TIMORNEWS.ID — 03 Agustus 2026. Semangat pengabdian dan gotong royong ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) melalui program kerja di Desa Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Para mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program akademik, tetapi juga meninggalkan jejak nyata yang dapat dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan sekaligus pembenahan papan penanda “Selamat Datang di Desa Toianas”. Papan tersebut dipercantik agar tampil lebih menarik sekaligus menjadi identitas visual bagi masyarakat maupun setiap orang yang memasuki wilayah Desa Toianas.
Salah satu mahasiswa KKN Mandiri UMKOE, Jemri Fina, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap lingkungan desa selama menjalankan pengabdian.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami sebagai mahasiswa KKN terhadap Desa Toianas. Kami ingin memberikan sesuatu yang sederhana, tetapi bisa menjadi manfaat dan meninggalkan kesan bagi masyarakat,” ujar Jemri.
Dalam proses pengerjaannya, para mahasiswa bergotong royong sejak tahap persiapan material, pembangunan dasar papan menggunakan semen dan batu, hingga proses pengecatan dan penyelesaian tulisan identitas desa.
Dengan sentuhan kreativitas mahasiswa, papan tersebut kini tampil lebih menarik dengan balutan warna biru dan tulisan “SELAMAT DATANG DI DESA TOIANAS”. Pada bagian papan juga dicantumkan identitas KKN UMKOE 2026 sebagai penanda bahwa fasilitas tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Toianas.
Program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, serta gotong royong.
Para mahasiswa terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan. Mereka bersama-sama mengangkat material, mengerjakan konstruksi dasar, mengecat, hingga menyelesaikan tulisan pada papan.
Keterlibatan langsung tersebut menunjukkan bahwa KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa hadir, berinteraksi, bekerja bersama, dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Salah seorang masyarakat Desa Toianas mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Mandiri UMKOE tersebut. Menurutnya, kehadiran papan yang telah diperbaiki dan dipercantik memberikan wajah baru bagi salah satu titik masuk desa.
“Papan ini menjadi tanda bagi orang yang datang ke Desa Toianas. Kami tentu berterima kasih kepada mahasiswa karena sudah mau bekerja bersama dan memperhatikan lingkungan desa,” ungkapnya.
Jemri Fina berharap program sederhana yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari kenangan baik selama mahasiswa menjalankan pengabdian di Desa Toianas.
“Semoga papan ini bisa terus dirawat dan menjadi salah satu tanda identitas Desa Toianas. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya soal membangun sebuah papan, tetapi juga tentang kebersamaan dan bagaimana kami bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat selama berada di desa,” harap Jemri.
Kehadiran papan “Selamat Datang di Desa Toianas” diharapkan mampu memperkuat identitas desa sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun para pengunjung yang melintas dan memasuki wilayah tersebut.
Melalui program sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKN Mandiri UMKOE kembali membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari tangan mahasiswa, semangat gotong royong, kreativitas, dan kepedulian dapat menjelma menjadi karya yang meninggalkan jejak bagi desa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi kesempatan untuk hadir, bekerja bersama, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat.
(MARTIN MTID)








