ROTE NDAO,METROTIMOR.ID– Jumat 17 Oktober 2025 Suasana haru menyelimuti SMKN Pantai Baru siang itu.
Para siswa dan guru melepas kepergian Eni Marlina Rasie,S.Pd salah satu sosok guru yang selama 16 tahun telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah tersebut.
Ibu Eni biasa disapa resmi berpindah tugas ke SMAN 12 Kota Kupang, sebuah keputusan yang membawa suka cita namun juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SMKN Pantai Baru.
Selama lebih dari satu dekade, Ibu Eni dikenal sebagai pengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang berdedikasi tinggi.
Namun tak berhenti di situ, karena keterbatasan tenaga pengajar di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), ia dengan semangat mengikuti program keahlian ganda.
Keputusan itu membawanya menjabat sebagai Ketua Jurusan TKJ sejak tahun 2017 hingga tahun 2025—menutup masa jabatannya bersamaan dengan kepindahannya ke sekolah baru.

Kado Perpisahan yang Penuh Makna
Pelepasan Ibu Eni menjadi momen yang membekas di hati banyak pihak. Siswa-siswi kelas X dan XI jurusan TKJ dengan mata berkaca-kaca menyerahkan sebuah kado istimewa: selendang khas Rote. Dalam suasana yang penuh emosi, pelukan, tangis, dan tawa menyatu menjadi satu ungkapan rasa sayang dan terima kasih atas kebersamaan selama ini.
Tak ketinggalan, rekan-rekan guru juga memberikan kenang-kenangan berupa kain Rote lengkap dengan aksesori tradisional. Sebuah simbol penghargaan dan penghormatan atas dedikasi dan kontribusi besar yang telah diberikan Ibu Eni untuk kemajuan sekolah.
Serah Terima Jabatan dan Doa Perpisahan
Acara hari itu juga menjadi momentum serah terima jabatan Ketua Jurusan TKJ dan Bendahara Komite, sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan SMKN Pantai Baru.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMKN Pantai Baru, Ibu Novita K. Fuah,S.Pd menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Kami tidak hanya kehilangan seorang guru, tetapi juga sahabat, panutan, dan pemimpin di jurusan TKJ. Tapi kami juga memahami, selama ini Ibu Eni harus berjauhan dengan suami yang bekerja di Kota Kupang. Kini saatnya keluarga itu disatukan kembali,” ucapnya dengan nada haru.
Pesan Terakhir dari Sang Guru
Dalam pidato perpisahannya, Eni Marlina Rasie menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di SMKN Pantai Baru.
“Terima kasih untuk semuanya—dukungan, kebersamaan, suka duka yang kita lalui bersama. Saya mohon maaf jika selama ini ada salah kata atau perbuatan. Meskipun saya tidak lagi menjadi bagian dari tim SMKN Pantai Baru, tapi kita akan tetap bersaudara. Persahabatan ini tak akan putus,” katanya.
Kepergian Ibu Eni mungkin meninggalkan kekosongan, tetapi jejak dan teladan yang ia tinggalkan akan terus hidup di hati para siswa dan rekan guru. Seorang pendidik sejati bukan hanya mengajar, tetapi menginspirasi. Dan Ibu Eni, telah melakukan keduanya dengan penuh cinta.
Selamat jalan, Bu Eni. Terima kasih untuk setiap momen, setiap pelajaran, dan setiap kebaikan yang telah kau bagikan.
(***)








