KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Cahaya fajar Paskah menyelimuti halaman kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada Kamis, 09 April 2026. Dalam suasana penuh khidmat dan rasa syukur, seluruh civitas akademika berkumpul untuk merayakan Ibadah Paskah bersama, mengusung pesan pembaharuan hidup di bawah naungan kasih Ilahi.
Ibadah yang berlangsung di ruang terbuka ini mengusung tema sentral “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” yang berlandaskan pada nas Alkitab 2 Korintus 5:17. Pesan ini diperkuat dengan sub-tema khusus: “Kebangkitan Kristus membawa damai bagi seluruh civitas akademika IAKN Kupang.”
Sentuhan Firman yang Menghidupkan
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Sepy M. Hawu, S.Th., yang dalam khotbahnya menekankan bahwa peristiwa Paskah bukan sekadar rutinitas liturgis, melainkan momentum transformasi diri. Kehadiran Kristus yang bangkit diharapkan mampu mengikis sekat-sekat kemanusiaan yang rapuh dan menggantinya dengan semangat pelayanan yang tulus serta penuh damai sejahtera.
Tampak hadir dalam barisan, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Kupang, Delsylia Tresnawati Ufi, M.Si., bersama jajaran dosen, pegawai, dan mahasiswa yang larut dalam pujian penyembahan.
Wakil Rektor III IAKN Kupang, Dr. Kristian E.Y.M. Afi, M.Pd.K., dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya ibadah syukur ini. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni di lingkungan kampus sebagai wujud nyata dari buah kebangkitan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pdt. Sepy M. Hawu atas siraman rohani yang menguatkan kita semua hari ini. Terima kasih juga kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kiranya damai Paskah ini tidak berhenti di sini, tetapi terpancar dalam setiap aktivitas akademik dan relasi kita sehari-hari,” ujar Dr. Kristian dengan hangat.
Perayaan Paskah ini menjadi bukti nyata soliditas keluarga besar IAKN Kupang. Di bawah Terang Kasih Tuhan, seluruh elemen kampus diajak untuk melangkah maju dengan semangat baru, meninggalkan ego lama, dan merajut masa depan pendidikan Kristen yang lebih berdampak bagi masyarakat.
Reporter: Martin Knaufmone








