BAA, METROTIMORNEWS.ID – Festival Keluarga Malole Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (09/06/2026), berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan edukatif, hiburan, dan pameran produk lokal. Namun di balik kemeriahan tersebut, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku belum menikmati dampak ekonomi yang signifikan.
Sejumlah stan pameran, termasuk milik SMKN Pantai Baru dan SMKN 1 Lobalain, terlihat sepi transaksi meskipun pengunjung cukup ramai memadati lokasi kegiatan. Kondisi serupa juga dirasakan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan yang turut ambil bagian dalam festival tersebut.
Para peserta mengaku harus mengeluarkan biaya operasional untuk transportasi, konsumsi, hingga persiapan produk, namun hasil penjualan selama kegiatan belum mampu menutupi biaya yang dikeluarkan.
Salah seorang pelaku UMKM yang enggan disebutkan namanya dan disamarkan sebagai Mikris mengatakan terdapat beberapa faktor yang diduga memengaruhi rendahnya transaksi selama festival berlangsung.
“Pengunjung memang banyak, tetapi yang membeli tidak terlalu banyak. Kami melihat daya beli masyarakat sedang menurun. Selain itu, waktu pelaksanaan yang cukup singkat juga membuat kesempatan berjualan menjadi terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan hingga berada di kisaran Rp17.900 sampai Rp18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap harga barang dan kemampuan masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Meski demikian, para pelaku UMKM tetap mengapresiasi kesempatan yang diberikan panitia dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk berpartisipasi dalam Festival Keluarga Malole 2026.
Bagi mereka, kehadiran dalam festival bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana promosi produk lokal serta memperkenalkan hasil karya masyarakat kepada pengunjung.
“Kami tetap bersyukur bisa ikut berpartisipasi. Harapannya ke depan kegiatan seperti ini bisa berlangsung lebih lama dan memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang,” tambahnya.
Festival Keluarga Malole 2026 sendiri merupakan kolaborasi antara Yayasan Selancar Arungi Indonesia (Arungi) Affiliate of Surfaid, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan TP PKK Kabupaten Rote Ndao dengan tema “Bapa Hebat – Mama Bijak, Wujudkan Generasi Emas Indonesia.”
Selain menghadirkan talkshow parenting, lomba keluarga, dan berbagai pertunjukan seni budaya, festival tersebut juga menjadi wadah promosi produk UMKM dari seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.
(MTN)







