Mahasiswa PPA Edukasi Pelajar tentang Bahaya HIV/AIDS dan Pentingnya Pola Hidup Sehat
KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi generasi muda melalui kegiatan praktik penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama (PPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), menggelar penyuluhan bertema “Dengan Iman Kalahkan HIV/AIDS” di SMA Negeri 11 Kota Kupang, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang merupakan luaran dari Mata Kuliah Media Penyuluhan tersebut diikuti sekitar 80 siswa-siswi. Suasana penyuluhan berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai HIV/AIDS serta upaya pencegahannya.
Mahasiswa pemateri, Nomri Vianra Selan, menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga penderitanya rentan terhadap berbagai penyakit. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi AIDS yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Selain dampak kesehatan fisik, Nomri juga memaparkan dampak psikologis dan sosial yang sering dialami oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), seperti rasa takut, kecemasan, depresi, hingga stigma dan diskriminasi dari lingkungan sekitar.
Menurutnya, pencegahan HIV/AIDS tidak hanya membutuhkan pengetahuan yang benar, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Berani beriman berarti berani hidup benar, menjaga diri, menolak hal-hal yang merugikan, dan tetap mengasihi sesama tanpa diskriminasi. Dengan iman yang kuat dan pengetahuan yang benar, kita dapat melindungi diri serta menciptakan generasi yang sehat dan bermartabat,” ujar Nomri di hadapan para peserta.
Pihak SMA Negeri 11 Kota Kupang menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada IAKN Kupang atas kontribusinya dalam memberikan edukasi kesehatan kepada para pelajar.
Menurut pihak sekolah, penyuluhan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran siswa tentang bahaya HIV/AIDS sekaligus mendorong mereka menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab.
Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Media Penyuluhan, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan menghubungkan teori di ruang kuliah dengan realitas sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori penyuluhan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi penyuluh agama yang profesional, komunikatif, dan peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Merling juga menyampaikan terima kasih kepada SMA Negeri 11 Kota Kupang yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan praktik lapangan dan pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen IAKN Kupang dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah, pesan tentang pencegahan HIV/AIDS diharapkan semakin luas tersampaikan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai iman.
Reporter: Martin Knaufmone








