KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – SMK Negeri Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), turut mengambil bagian dalam kegiatan Bootcamp dan Challenge Internet of Things (IoT) SMK NTT 2026yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Hotel Sahid Timor, Kota Kupang.
Dalam kegiatan tersebut, SMK Negeri Kolbano menyiapkan inovasi bertajuk “Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis”untuk diperlombakan. Inovasi ini dikembangkan sebagai upaya memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung sektor pertanian, khususnya membantu proses penyiraman tanaman agar lebih praktis dan efisien.
Kepala SMK Negeri Kolbano, Joni Leo, S.Si., menyambut baik kesempatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara dan pihak yang telah mendukung keterlibatan sekolah dalam kegiatan ini.
Menurutnya, partisipasi dalam ajang tersebut menjadi kesempatan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan teknologi, serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan inovasi berbasis Internet of Things (IoT).
SMK Negeri Kolbano mengutus guru pembimbing Debas A. P. Lakapu, S.Pd., bersama tiga siswa, yakni Anggreni Naklui, Revan Lobo, dan Jeki Tanesab. Ketiga siswa tersebut berasal dari jurusan Kelistrikan, yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan sistem elektronika, instalasi, serta pengendalian perangkat listrik.
Berbekal pengetahuan yang diperoleh di sekolah, ketiga siswa tersebut mengembangkan gagasan sistem penyiraman tanaman otomatis dengan memanfaatkan sensor kelembapan tanah. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi kondisi tanah dan membantu menentukan kapan tanaman membutuhkan air.
Apabila kelembapan tanah berada di bawah batas yang ditentukan, sistem dapat memberikan perintah untuk mengaktifkan pompa air. Sebaliknya, ketika kelembapan telah mencapai tingkat yang sesuai, penyiraman dapat dihentikan secara otomatis.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu menghemat penggunaan air, mengurangi ketergantungan pada penyiraman manual, serta mendukung penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian. Melalui proyek tersebut,
para siswa juga dapat mengintegrasikan pengetahuan kelistrikan dengan sensor, rangkaian elektronika, dan pemrograman.
Bootcamp dan Challenge IoT SMK NTT 2026 merupakan kolaborasi Danantara, Enusa, Telkom, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini mengusung tema “Selamat Datang, Para Inovator Muda Masa Depan Tahun 2026 IoT NTT Bootcamp dan Challenge”.
Sebanyak 25 SMK dengan kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mengikuti kegiatan ini. Setiap sekolah mengirimkan satu guru pembimbing dan tiga siswa, sehingga total peserta mencapai 100 orang.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperdalam pengetahuan dan keterampilan melalui tiga bidang utama, yakni Smart Agriculture, Smart Building, dan Robotics Competition.
Melalui bidang Smart Agriculture, siswa didorong menciptakan teknologi pertanian cerdas. Sementara itu,Smart Building berfokus pada pengembangan bangunan pintar yang hemat energi, sedangkan Robotics Competition memberikan kesempatan kepada peserta untuk merancang, merakit, dan memprogram robot.
Keikutsertaan SMK Negeri Kolbano diharapkan menjadi langkah positif dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan sekolah.
Dengan pendampingan guru dan kreativitas siswa jurusan Kelistrikan, sistem penyiraman tanaman otomatis ini diharapkan tidak hanya menjadi karya untuk diperlombakan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi solusi teknologi yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat.
(*Tim)







