Bukan Sekadar Pelatihan! IoT Bootcamp NTT 2026 Bidik Lahirnya Inovator Muda Berkelas Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, METROTIMORNEWS.ID – Sebanyak 100 peserta dari 25 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpilih di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026, sebuah program pelatihan dan kompetisi teknologi yang bertujuan mencetak generasi muda sebagai inovator di bidang Internet of Things (IoT).

Kegiatan yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Hotel Sahid T-More Kupang ini diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bakti Unggul Negeri, Danantara, Enusa, serta Pemerintah Provinsi NTT.

Program tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan kompetensi digital siswa SMK di NTT, khususnya pada bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Setiap sekolah mengirimkan satu guru pembimbing dan tiga siswa untuk mengikuti pelatihan intensif yang menggabungkan pembelajaran teori, praktik, dan kompetisi inovasi teknologi.

Instruktur Kepala, Marthen Beily, mengatakan kegiatan ini bertujuan mencari dan mempersiapkan inovator muda dari NTT yang mampu mengembangkan teknologi serta menghasilkan karya inovatif di lingkungan sekolah masing-masing.

“Tujuan kegiatan ini sebenarnya adalah mencari inovator muda dari NTT. Jadi, kita mempersiapkan mereka untuk belajar teknologi, khususnya IoT dan Arduino, sehingga ketika kembali ke sekolah masing-masing, mereka bisa mengembangkan inovasi lain setelah mengikuti pelatihan ini,” kata Marthen di Hotel Sahid, Selasa (13/10/2026).

Menurut Marthen, kegiatan ini merupakan program pertama di Indonesia dengan format pelatihan dan kompetisi IoT yang diterapkan dalam skema tersebut. Apabila pelaksanaannya berhasil, program ini diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

Pernyataan tersebut menempatkan NTT sebagai salah satu titik penting dalam upaya mendorong pengembangan talenta digital dari daerah. Melalui pelatihan ini, siswa SMK tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga didorong untuk menciptakan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Selama mengikuti bootcamp, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemrograman Arduino, sistem IoT, pertanian cerdas (smart agriculture), bangunan pintar (smart building), serta robotika (robotics competition).

Pada bidang smart agriculture, peserta didorong mempelajari pemanfaatan sensor dan perangkat otomatisasi untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efektif. Sementara itu, smart building berfokus pada penerapan teknologi untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi energi, dan pengelolaan bangunan. Adapun bidang robotika memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan pemrograman, perakitan perangkat, serta pengendalian sistem otomatis.

Marthen menjelaskan, materi pelatihan dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut menjadi produk atau prototipe yang dapat dikembangkan lebih lanjut di sekolah.

Peserta juga diharapkan menjadi agen penyebar pengetahuan dengan membagikan keterampilan yang diperoleh kepada guru dan siswa lainnya. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh 100 peserta, tetapi dapat menjangkau komunitas pendidikan yang lebih luas.

Pelatihan dilaksanakan melalui skema full bootcamp selama lima hari secara intensif. Pada tahap akhir, peserta akan mendemonstrasikan hasil karya sekaligus mengikuti kompetisi untuk memperebutkan juara pertama, kedua, ketiga, dan gelar grand champion.

“Pada hari terakhir, kita akan melakukan demo dan lomba. Kita mencari juara satu, dua, tiga, dan ada grand champion-nya, sehingga para peserta termotivasi untuk belajar lebih giat,” ujarnya.

Melalui IoT NTT Bootcamp dan Challenge 2026, diharapkan lahir inovasi teknologi dari ruang-ruang praktik SMK yang mampu menjawab tantangan nyata di bidang pertanian, efisiensi energi, dan otomasi. Lebih dari sekadar kompetisi, program ini menjadi kesempatan bagi generasi muda NTT untuk membuktikan bahwa daerah juga memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta dan inovator digital yang siap bersaing di tingkat nasional.

Perbaiki ketepatan judul beritaSusun lead lebih tajamRingkas paragraf analisis program

 

Berita Terkait

Dari Kelistrikan ke Pertanian Cerdas, Siswa SMKN Kolbano Hadirkan Inovasi IoT
Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu
Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026
Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu
Peserta Membludak di Seminar PilotX Flores Timur, Investasi Digital Jadi Sorotan
Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026
Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital
Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:20

Bukan Sekadar Pelatihan! IoT Bootcamp NTT 2026 Bidik Lahirnya Inovator Muda Berkelas Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:38

Dari Kelistrikan ke Pertanian Cerdas, Siswa SMKN Kolbano Hadirkan Inovasi IoT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:13

Operasi Sarang Narkoba 2026, Satresnarkoba Sumba Timur Awasi Ketat J&T Waingapu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:34

Siswa SMK Negeri 2 Soe Ciptakan Alarm Pendeteksi Gerakan di IoT NTT Bootcamp 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:45

Cegah Narkoba Masuk Sumba, Satresnarkoba Razia Truk Ekspedisi di Pelabuhan Waingapu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:24

Tiga Siswa SMKN 2 Takari Usung Inovasi Manajemen Sampah di IoT NTT 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:34

Seminar Perdana Pilot X di Flores Timur, Puluhan Peserta Tertarik Investasi Aset Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:20

Kebakaran Toko Tisari Utama Larantuka, Seorang Pemuda Alami Luka Bakar 37 Persen

Berita Terbaru