Mengakhiri dengan Syukur, Memulai dengan Iman

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Malam tanggal 31 Desember bukan sekadar pergantian angka di kalender. Bagi kita yang berdiri di ambang tahun 2025 menuju 2026, momen ini adalah sebuah “Mezbah Syukur”—titik di mana kita berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang dan memandang ke depan dengan kacamata iman.

Merayakan Penyertaan di Tahun 2025

Tahun 2025 mungkin memberikan kita beragam warna; ada tawa yang renyah, namun mungkin ada juga air mata yang jatuh dalam diam. Namun, sebagai umat beriman, kita percaya bahwa tidak ada satu pun helai rambut yang jatuh tanpa seizin-Nya. Perayaan tahun baru bukan sekadar pesta kembang api, melainkan pengakuan bahwa “Sampai di sini Tuhan menolong kita” (Eben-Haezer).

Sikap bersyukur adalah kunci untuk membuka pintu tahun yang baru. Tanpa syukur, kita akan memasuki tahun 2026 dengan beban masa lalu. Dengan syukur, kita melepaskan lelah dan menerima kekuatan baru untuk memulai hidup yang lebih bermakna.

Memulai Hidup Baru dalam Pengharapan

Memasuki tahun 2026, dunia mungkin menawarkan ketidakpastian, namun kita membawa pesan “Pengharapan yang Hidup”. Mengawali hidup baru berarti berani meninggalkan manusia lama—kebiasaan buruk, dendam, dan kekhawatiran—untuk mengenakan kasih Kristus yang memperbarui hati setiap hari.
Tahun baru adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi “surat Kristus” yang terbuka, yang pesannya dapat dibaca oleh semua orang melalui tindakan kasih dan integritas kita sehari-hari.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55:8)

Refleksi Akhir Tahun

Mari kita jadikan malam 31 Desember 2025 sebagai momen penyerahan diri total. Biarlah cahaya kembang api di langit mengingatkan kita pada terang kasih-Nya yang tidak pernah redup, bahkan di musim hidup yang paling gelap sekalipun.

Selamat menyongsong tahun 2026. Mari melangkah dengan tegap, bukan karena kuat dan gagah kita, melainkan karena kasih setia-Nya yang baru setiap pagi. Jadikan 365 hari ke depan sebagai panggung bagi kemuliaan-Nya.

Berita Terkait

JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL
Kontrak Pengadaan 700 Sapi Bali di Flores Timur Berpotensi Bermasalah, Pengacara Soroti Risiko Pemutusan Sepihak
Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Teroris, Tapi Malah KKB?
Desil Berubah, Bansos Terancam Hilang? Begini Cara Warga Memperbaiki Data DTSEN
Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman
Rp103 Miliar untuk Podcast? DPR Mengkritik, Menteri Koperasi Membantah: Publik Menunggu Transparansi
Ketika Desil Diubah, Kemiskinan Seolah Ikut Menurun
HUT ke-81 RI di Monas: Di Balik Kemeriahan, Ada Doa untuk Warga NTT

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:20

JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL

Jumat, 18 September 2026 - 11:11

Kontrak Pengadaan 700 Sapi Bali di Flores Timur Berpotensi Bermasalah, Pengacara Soroti Risiko Pemutusan Sepihak

Minggu, 13 September 2026 - 07:00

Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Teroris, Tapi Malah KKB?

Minggu, 6 September 2026 - 10:21

Desil Berubah, Bansos Terancam Hilang? Begini Cara Warga Memperbaiki Data DTSEN

Rabu, 2 September 2026 - 20:42

Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 2 September 2026 - 20:25

Rp103 Miliar untuk Podcast? DPR Mengkritik, Menteri Koperasi Membantah: Publik Menunggu Transparansi

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:43

Ketika Desil Diubah, Kemiskinan Seolah Ikut Menurun

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:28

HUT ke-81 RI di Monas: Di Balik Kemeriahan, Ada Doa untuk Warga NTT

Berita Terbaru