Guru Dulu Ditakuti, Kini Dihormati?

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Isak Doris Faot, S.Kom., Gr
Guru TKJ SMKN Pantai Baru

Saya masih mengingat dengan jelas masa-masa sekolah dahulu. Guru tidak datang ke kelas dengan laptop, LCD, atau slide PowerPoint yang penuh warna. Mereka hanya membawa kapur tulis, buku catatan, dan suara yang lantang. Namun suasana kelas selalu terkendali. Murid duduk rapi, diam, dan fokus. Guru pada masa itu dikenal sebagai sosok yang ditakuti—bukan karena kekerasan, tetapi karena wibawa.

Rasa takut itu sesungguhnya adalah rasa segan. Segan karena guru tegas, konsisten, dan benar-benar menguasai apa yang diajarkan. Kehadiran guru di kelas membawa pengaruh besar. Tanpa banyak kata, kelas bisa tertib. Tanpa teknologi, pembelajaran tetap berjalan dengan penuh makna.

Kini zaman telah berubah. Guru datang dengan berbagai perangkat modern: laptop, LCD proyektor, PowerPoint, video pembelajaran, bahkan akses internet tanpa batas. Secara fasilitas, dunia pendidikan telah maju pesat. Namun realitas di kelas sering kali berbanding terbalik. Di tengah tayangan slide yang rapi dan animasi yang menarik, tidak sedikit siswa justru bengong, kurang fokus, bahkan kehilangan minat belajar.

Perubahan ini patut menjadi bahan refleksi bersama. Teknologi sejatinya adalah alat bantu, bukan inti dari pembelajaran. Ketika guru terlalu bergantung pada media, peran utama sebagai pendidik perlahan memudar. Guru bukan sekadar penyaji materi, melainkan pembentuk karakter, penggerak motivasi, dan teladan bagi peserta didik.

Wibawa guru tidak ditentukan oleh kapur tulis atau PowerPoint, melainkan oleh kehadiran yang utuh: penguasaan materi, ketegasan sikap, ketulusan dalam mengajar, serta kemampuan membangun hubungan dengan siswa. Tanpa itu semua, secanggih apa pun media yang digunakan, pembelajaran akan terasa kosong.

Sebagai guru kejuruan, khususnya di bidang Teknik Komputer dan Jaringan, teknologi tentu tidak bisa dipisahkan dari proses belajar. Namun teknologi harus ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti peran guru. Suara, interaksi, dan keteladanan tetap menjadi kunci utama.

Mungkin yang perlu kita bangun kembali bukanlah rasa takut seperti dahulu, tetapi rasa hormat. Hormat yang lahir dari guru yang berwibawa, profesional, dan manusiawi. Karena pada akhirnya, siswa tidak hanya belajar dari layar dan slide, tetapi dari sosok guru yang hadir secara nyata di hadapan mereka.

Berita Terkait

JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL
Kontrak Pengadaan 700 Sapi Bali di Flores Timur Berpotensi Bermasalah, Pengacara Soroti Risiko Pemutusan Sepihak
Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Teroris, Tapi Malah KKB?
Desil Berubah, Bansos Terancam Hilang? Begini Cara Warga Memperbaiki Data DTSEN
Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman
Rp103 Miliar untuk Podcast? DPR Mengkritik, Menteri Koperasi Membantah: Publik Menunggu Transparansi
Ketika Desil Diubah, Kemiskinan Seolah Ikut Menurun
HUT ke-81 RI di Monas: Di Balik Kemeriahan, Ada Doa untuk Warga NTT

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:20

JANGAN SAMPAI JADI GENERASI GAPTEK BUDAYA DI ERA DIGITAL

Jumat, 18 September 2026 - 11:11

Kontrak Pengadaan 700 Sapi Bali di Flores Timur Berpotensi Bermasalah, Pengacara Soroti Risiko Pemutusan Sepihak

Minggu, 13 September 2026 - 07:00

Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Teroris, Tapi Malah KKB?

Minggu, 6 September 2026 - 10:21

Desil Berubah, Bansos Terancam Hilang? Begini Cara Warga Memperbaiki Data DTSEN

Rabu, 2 September 2026 - 20:42

Pendidikan Sejarah, Kurikulum dan Pembentukan Watak Siswa di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 2 September 2026 - 20:25

Rp103 Miliar untuk Podcast? DPR Mengkritik, Menteri Koperasi Membantah: Publik Menunggu Transparansi

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:43

Ketika Desil Diubah, Kemiskinan Seolah Ikut Menurun

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:28

HUT ke-81 RI di Monas: Di Balik Kemeriahan, Ada Doa untuk Warga NTT

Berita Terbaru