Internet untuk Desa di TTS : Kunci Lahirnya Generasi Unggul dari Pinggiran

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Yacob Petrus Nalle
Di tengah derasnya arus digitalisasi nasional masih banyak desa dan sekolah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang belum menikmati akses internet yang memadai. Di saat anak-anak di kota besar sudah terbiasa belajar melalui platform digital, mengikuti kelas daring, hingga mengakses perpustakaan virtual, sebagian pelajar di pelosok TTS masih bergantung sepenuhnya pada buku cetak terbatas dan jaringan komunikasi yang tidak stabil. Kondisi ini bukan sekadar persoalan sinyal tapi persoalan masa depan.
Kesenjangan Digital yang Mengancam Keadilan Pendidikan
Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki wilayah geografis yang luas dan menantang karena banyak desa terpencil yang berada jauh dari pusat kota Soe dan belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur telekomunikasi. Akibatnya sekolah-sekolah di wilayah tersebut mengalami keterbatasan dalam mengakses sumber belajar digital, informasi terbaru, maupun pelatihan daring bagi para guru.
Di era Kurikulum Merdeka dan transformasi pendidikan berbasis teknologi internet bukan lagi fasilitas tambahan tetapi menjadi kebutuhan dasar. Tanpa akses internet siswa di desa akan terus berada dalam lingkaran ketertinggalan dibandingkan rekan-rekan mereka di kota. Jika kondisi ini dibiarkan kesenjangan digital akan melahirkan kesenjangan kualitas sumber daya manusia.
Internet sebagai Gerbang Kompetensi Abad ke-21
Generasi muda TTS memiliki potensi besar. Mereka cerdas, tangguh, dan terbiasa menghadapi tantangan alam. Namun potensi itu membutuhkan ruang untuk berkembang dan jaringan Internet membuka akses terhadap beberapa hal penting seperti :
Materi pembelajaran global
Pelatihan keterampilan digital (desain grafis, coding, literasi digital)
Informasi beasiswa dan peluang pendidikan tinggi
Kompetisi dan jejaring nasional maupun internasional
Tanpa koneksi internet siswa di pelosok akan kesulitan mengenal dunia luar apalagi untuk memiliki kemampuan bersaing di dalamnya. Menyiapkan generasi unggul di TTS berarti memastikan mereka tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga kompeten secara digital.
Dampak Lebih Luas bagi Pembangunan Desa
Akses internet di desa bukan hanya untuk sekolah. Ia berdampak langsung pada pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. Petani dapat mengakses informasi harga pasar dan cuaca. Pelaku UMKM desa bisa memasarkan produk lokal secara daring. Aparatur desa dapat mengelola administrasi berbasis digital dengan lebih transparan dan efisien. Dengan kata lain internet adalah infrastruktur pembangunan manusia.
Jika desa terkoneksi maka ekonomi desa akan tumbuh. Jika sekolah terkoneksi maka kualitas pendidikan meningkat. Jika generasi muda terkoneksi maka masa depan TTS akan lebih cerah.
Perlu Komitmen Bersama
Pemerintah daerah, pemerintah pusat, operator telekomunikasi, hingga pemangku kepentingan lainnya perlu menjadikan pemerataan akses internet sebagai prioritas strategis. Pembangunan infrastruktur jaringan, pemanfaatan jaringan satelit, hingga penyediaan wifi sekolah harus diarahkan khusus ke wilayah blank spot.
Namun infrastruktur saja tidak cukup, literasi digital bagi guru dan siswa juga penting agar internet dimanfaatkan secara produktif bukan sekadar untuk hiburan.
Investasi pada internet di desa bukanlah pemborosan anggaran tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda TTS yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Penutup
Sebagai politisi muda TTS, saya meyakini bahwa kemajuan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Dan kualitas generasi muda tidak akan berkembang baik tanpa akses informasi dan teknologi yang setara.
Anak-anak desa di Timor Tengah Selatan memiliki hak yang sama untuk bermimpi besar. Tugas kita adalah memastikan mereka memiliki sarana untuk mewujudkannya.
Karena dari desa yang terkoneksi akan lahir pemimpin-pemimpin baru, inovator, dan penggerak perubahan bagi Timor Tengah Selatan di masa depan.
Masa depan Timor Tengah Selatan tidak boleh ditentukan oleh keterbatasan jaringan. Anak-anak di desa terpencil memiliki hak yang sama untuk bermimpi besar dan meraih peluang global.
Jika kita serius ingin melihat generasi muda TTS menjadi unggul maka akses internet bukan lagi pilihan tapi keharusan.

Berita Terkait

Website, Sumber Pendapatan Baru di Era Digital
Kehilangan Ayah, Kehilangan Rasa Aman: Perspektif Psikologi tentang Kesehatan Mental Anak
Mencatat Tetap Relevan di Era Digital: Literasi sebagai Fondasi, Video sebagai Penguat Pembelajaran
Mahasiswa KKN Institut Agama Kristen Negeri Kupang Mahasiswa berdampak, Desa Berdaya
Kurikulum Merdeka dan Deep Learning Mata Pelajaran Informatika: Model yang Sama, tetapi Membingungkan Guru
Jaksa Bongkar Polisi, Polisi Bongkar Jaksa: Bagaimana Nasib Negara Ini?
Catat Buku Sampai Habis (CBSA): Benarkah Itu Masih Bisa Disebut Pembelajaran?
Pemuda yang Bertumbuh dan Berdampak bagi Gereja dan Lingkungan (Refleksi Ekoteologi NTT bagi Generasi Muda)

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:03

Website, Sumber Pendapatan Baru di Era Digital

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:26

Kehilangan Ayah, Kehilangan Rasa Aman: Perspektif Psikologi tentang Kesehatan Mental Anak

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:27

Mencatat Tetap Relevan di Era Digital: Literasi sebagai Fondasi, Video sebagai Penguat Pembelajaran

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00

Mahasiswa KKN Institut Agama Kristen Negeri Kupang Mahasiswa berdampak, Desa Berdaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:40

Kurikulum Merdeka dan Deep Learning Mata Pelajaran Informatika: Model yang Sama, tetapi Membingungkan Guru

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:21

Jaksa Bongkar Polisi, Polisi Bongkar Jaksa: Bagaimana Nasib Negara Ini?

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:35

Catat Buku Sampai Habis (CBSA): Benarkah Itu Masih Bisa Disebut Pembelajaran?

Senin, 29 Juni 2026 - 12:33

Pemuda yang Bertumbuh dan Berdampak bagi Gereja dan Lingkungan (Refleksi Ekoteologi NTT bagi Generasi Muda)

Berita Terbaru