Mahasiswa PAK IAKN Kupang Gaungkan Sekolah Aman dan Inklusif di SMA Negeri 6 Kota Kupang

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUPANG, METRO TIMORNEWS.ID – Semangat membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan digaungkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Semester 6 Kelas E, Institut Agama Kristen Negeri Kupang melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Sekolah Aman dan Inklusif” di SMA Negeri 6 Kota Kupang pada tanggal 22 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Pendidikan Inklusif yang diampu oleh Ibu Adriana Indra Santi Sole M.Pd. K.

Sosialisasi tersebut melibatkan Pembina pramuka SMA Negeri 6 Kupang dan Pembina pramuka SMP Negeri 12 Kupang serta seluruh peserta dari Pramuka SMA Negeri 6 Kupang dan SMP Negeri 12 Kota Kupang. Kehadiran berbagai unsur pendidikan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

Dalam kegiatan itu, peserta diajak memahami bahwa menjaga nama baik sekolah bukan berarti menutupi kasus kekerasan yang terjadi. Sebaliknya, integritas lembaga pendidikan justru dinilai dari keberanian untuk bersikap adil, transparan, dan tegas dalam melindungi hak-hak korban.

“Menjaga nama baik sekolah bukan dilakukan dengan cara menutup-nutupi kasus kekerasan. Nama baik institusi pendidikan justru dinilai dari seberapa adil, transparan, dan tegas ia berdiri melindungi hak-hak korban dan menegakkan keadilan.”

Acara dipandu oleh MC Yefri Manane dan Yanse Nara Kaha dengan menghadirkan tiga pemateri mahasiswa yang membawakan topik-topik penting terkait pencegahan kekerasan dan pendidikan inklusif.

Materi pertama disampaikan oleh Feliandi P. Mobata dengan tema “Fondasi dan Urgensi: Mengenali Pelecehan Seksual”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tiga bentuk pelecehan seksual, yakni verbal, nonfisik, dan fisik, serta mengulas landasan hukum berdasarkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023. Peserta juga diajak meningkatkan sensitivitas gender dan kesadaran hukum agar mampu mengenali tindakan pelecehan yang kerap dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti candaan seksis dan catcalling.

Selanjutnya, Astri D. Mooy membawakan materi bertajuk “Perspektif Inklusif: Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus”. Ia menyoroti kerentanan berlapis yang dialami Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), mulai dari hambatan komunikasi, ketergantungan fisik, hingga minimnya akses informasi. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan alat peraga adaptif seperti boneka anatomi dan kartu visual berwarna sebagai media edukasi seksual yang lebih ramah dan mudah dipahami semua anak.

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Yopi Bois dengan tema “Respons dan Aksi: Pembentukan TPPK dan Metode 3M”. Ia memandu peserta memahami langkah-langkah konkret dalam membangun sistem perlindungan di sekolah, mulai dari pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), audit lingkungan rawan sekolah, penyusunan kode etik digital, hingga penerapan metode 3M — Mendengar, Melindungi, dan Memulihkan — sebagai pendekatan penanganan korban secara manusiawi dan berkeadilan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta. Para guru dan orang tua mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya membangun sistem sekolah yang responsif terhadap kasus kekerasan dan berpihak pada perlindungan peserta didik.

Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat. Kerja keras seluruh mahasiswa Kelas E Prodi PAK Semester 6 IAKN Kupang, dukungan penuh pihak SMA Negeri 6 Kota Kupang, serta bimbingan Adriana Indra Santi Sole menjadi fondasi suksesnya kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAKN Kupang tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk menanamkan kesadaran bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan inklusif bagi semua peserta didik tanpa terkecuali.

Reporter: Martin Knaufmone

Berita Terkait

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan
Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026
Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga
Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban
Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027
Guru Muda dari TTS yang Menyalakan Cahaya Pendidikan dari Desa
Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo
Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:16

FKIPK IAKN Kupang Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Inklusif di TTS, Tekankan Kasih, Kesetaraan, dan Tata Kelola Transparan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:56

Mahasiswa Pendidikan Penyuluh Agama FKIPK IAKN Kupang Raih Juara 1 dan 2 Lomba Nasional Cipta Media Kreasi Pembelajaran 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25

Direktur CV KPR Bantah Tuduhan Tambang Ilegal di Pantai Oenikan, Sebut Batu Warna Dibeli dari Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:39

Yabes Nubatonis Desak Pemda TTS Serius Awasi Distribusi BBM Bersubsidi, Warga Pelosok Jangan Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53

Siap Bawa Perubahan, Clara Yunita Tefa Resmi Maju Jadi Calon Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

Kejaksaan Diminta Segera Periksa Tim PHO dan BARAKAT, Usut Tuntas Pekerjaan HMT Big Push di Wulo Kolo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:41

Luar Biasa! SMAN 1 Soe Juara 1 Antar SMA/SMK di Kupang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:45

Dosen IAKN Kupang Jadi Interpreter di Konferensi Internasional, Jembatani Gagasan Akademisi Dunia

Berita Terbaru