SUMBA, METRO TIMORNEWS.ID – Semangat membangun ruang digital yang aman dan sehat bagi generasi muda kembali digaungkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Digital Without Violence: Edukasi dan Konseling Preventif untuk Mengurangi Kekerasan Media Sosial pada Remaja” yang berlangsung di SMA Negeri 1 Waingapu pada 18 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian akademisi terhadap meningkatnya kasus kekerasan di media sosial yang kerap dialami remaja. Melalui pendekatan edukatif dan konseling preventif, para siswa diajak untuk memahami pentingnya penggunaan media sosial secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab.
Acara diawali dengan suasana khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim PkM, sambutan Kepala Sekolah sekaligus membuka kegiatan secara resmi, serta doa pembukaan.
Kepala Sekolah Rambu Baja Oru, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat sangat penting bagi perkembangan karakter siswa di era digital saat ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut pada waktu yang akan datang,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh Maria Natalia Loban, M.Pd., dengan tema Digital Without Violence. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran digital, etika berkomunikasi di media sosial, serta cara mencegah tindakan perundungan dan kekerasan verbal di ruang digital. Sesi ini berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Tidak hanya berhenti pada pemberian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan bimbingan kelompok berupa latihan asertif untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara sehat dan tegas tanpa menyakiti orang lain. Sebanyak 30 siswa dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing dipandu oleh Maria Natalia Loban, Triati Lestari Salau, M.Pd., dan guru Bimbingan Konseling Deny Umbu Ladu Hina.
Suasana kegiatan semakin hangat dan penuh antusias ketika para siswa aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kelompok ini dinilai efektif dalam membangun keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, mengelola emosi, dan menghindari perilaku kekerasan digital.
Sebagai penutup, peserta diajak mengikuti sesi relaksasi yang dipandu oleh Triati Lestari Salau. Kegiatan relaksasi ini bertujuan membantu siswa mengurangi stres, meningkatkan kesadaran diri, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Selain kegiatan edukatif, momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara LP2M IAKN Kupang dengan SMA Negeri 1 Waingapu, serta IA antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen IAKN Kupang dengan SMA Negeri 1 Waingapu. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan, pelayanan konseling, dan pengembangan karakter siswa di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat secara mental, dan bijak bermedia sosial di era digital.
Reporter: Martin Knaufmone








