Sekda Flotim Diduga Pungli, Setiap OPD Diminta Kontribusi Rp500 Ribu untuk Gencar Stunting di Dinas BKKBN

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Flotim Petrus Pedo Maran

Sekda Flotim Petrus Pedo Maran

Larantuka, METROTIMORNEWS.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Petrus Pedo Maran, diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait permintaan kontribusi sebesar Rp500 ribu dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung program Gencar/Genting Stunting di Dinas BKKBN Kabupaten Flores Timur.

Informasi tersebut mencuat setelah adanya rapat internal bersama seluruh pimpinan OPD yang berlangsung di Kantor Bupati Flores Timur. Dalam rapat itu disebutkan adanya kesepakatan agar masing-masing OPD menyetor dana sebesar Rp500 ribu guna menyukseskan program penanganan stunting.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mempertanyakan dasar hukum dari kebijakan tersebut. Mereka menilai pungutan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak memiliki regulasi maupun mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Sekda Flotim
Petrus Pedo Maran

“Dasarnya apa sehingga dilakukan pemungutan di luar pendasaran yang jelas? Kalau memang ada, tunjukkan regulasinya. Apakah sudah melalui pembahasan bersama DPRD atau belum?” ungkap salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kondisi anggaran OPD saat ini sedang mengalami efisiensi di berbagai sektor sehingga tambahan beban sebesar Rp500 ribu dinilai memberatkan operasional dinas.

“Kalau sampai terjadi, ini akan berpengaruh terhadap operasional dinas, baik kegiatan perorangan maupun belanja rutin. Pos anggarannya juga tidak ada,” ujarnya.

ASN tersebut juga mengaku belum melihat adanya berita acara resmi maupun dokumen yang telah ditandatangani para pimpinan OPD terkait kebijakan dimaksud.

“Saya sempat cek ke pimpinan saya, dan beliau bilang belum ada yang tanda tangan. Baru penyampaian secara lisan melalui grup untuk setor ke BKKBN,” katanya.

Ia pun mempertanyakan mekanisme pertanggungjawaban dana apabila nantinya benar-benar dikumpulkan.

“Nanti di BKKBN pertanggungjawabannya seperti apa? Juknisnya sudah ada atau belum? Kalau ada, masuk di pos anggaran yang mana? SPJ-nya bagaimana? Dugaan saya ini sudah mengarah pada tindak pidana korupsi oleh para elite pejabat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Flores Timur, Petrus Pedo Maran, saat dikonfirmasi awak media membantah adanya kewajiban setoran Rp500 ribu dari setiap OPD.

“Sesungguhnya informasi bahwa setiap OPD berkontribusi seperti itu tidak benar,” ujarnya.

Menurut Petrus, hasil rapat penanggulangan stunting hanya menghasilkan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali Gerakan Genting melalui program orang tua asuh bagi anak stunting.

“Yang ada adalah surat himbauan kepada pimpinan OPD agar setiap ASN dapat berpartisipasi secara sukarela dalam gerakan tersebut. Jadi bukan kontribusi per OPD, tetapi ASN yang secara sukarela ingin menjadi orang tua asuh melalui Gerakan Genting,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait mekanisme teknis pengumpulan dana maupun regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.

(*RS)

Berita Terkait

Aksi Nyata DWP RSUD HFL, Periksa Kesehatan Anggota dan Edukasi Hidup Sehat
RIMPAF TTS Soroti Dugaan Tebang Pilih Sanksi Etika, Desak Sekdes Bijaepunu Segera Dinonaktifkan
Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula
10 Tenaga kesehatan diduga hina pasien BPJS di media sosial, sanksi menanti
Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”
Tiap Momen Dijadikan Kesempatan, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Gaungkan “Tanah Marapu Bersih Narkoba” di Forum Konsultasi Publik
Tinggal Hitungan Jam! PMB IAKN Kupang Ditutup 7 Agustus, Kesempatan Terakhir Kuliah di Kampus Kristen Negeri Satu-satunya di Nusa Tenggara dan Bali
6 Mahasiswa KKN UMK Resmi Mengabdi di Desa Anin, Siap Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:30

Aksi Nyata DWP RSUD HFL, Periksa Kesehatan Anggota dan Edukasi Hidup Sehat

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:23

RIMPAF TTS Soroti Dugaan Tebang Pilih Sanksi Etika, Desak Sekdes Bijaepunu Segera Dinonaktifkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:55

Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:45

Sat Resnarkoba Sumba Timur Gencarkan Edukasi “Tanah Marapu Bersih Narkoba”

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:29

Tiap Momen Dijadikan Kesempatan, Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Gaungkan “Tanah Marapu Bersih Narkoba” di Forum Konsultasi Publik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:47

Tinggal Hitungan Jam! PMB IAKN Kupang Ditutup 7 Agustus, Kesempatan Terakhir Kuliah di Kampus Kristen Negeri Satu-satunya di Nusa Tenggara dan Bali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:11

6 Mahasiswa KKN UMK Resmi Mengabdi di Desa Anin, Siap Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:23

Dosen UNDANA Dampingi MGMP Biologi Kota Soe Olah Limbah Organik Jadi Kompos Pakai Mesin Tabolabale Drum Komposter

Berita Terbaru

Opini

Website, Sumber Pendapatan Baru di Era Digital

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:03