Jakarta,Metrotimornews.id– SIAPA tak kenal AQUA? Merek air minum dalam kemasan (AMDK) ini telah menjadi bagian dari kehidupan jutaan masyarakat Indonesia selama lebih dari lima dekade. Namun, sedikit yang tahu bahwa perjalanan bisnis AQUA bermula dari ide sederhana seorang pengusaha visioner yang ingin menyediakan air minum bersih dan praktis bagi masyarakat.
AQUA lahir pada tahun 1973 melalui tangan dingin Tirto Utomo, mantan pegawai Pertamina. Saat itu, ia mendirikan PT Golden Mississippi dan membangun pabrik pertama di Bekasi, Jawa Barat. Produk perdana AQUA resmi diluncurkan ke pasar pada tahun 1974. Di tengah masyarakat yang belum terbiasa membeli air minum kemasan, Tirto Utomo harus berjuang keras memperkenalkan konsep baru ini.
Seiring waktu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan air meningkat. AQUA pun mulai diterima luas. Inovasi demi inovasi dilakukan, seperti penggunaan botol plastik (PET) sejak tahun 1984 dan peluncuran galon isi ulang 19 liter pada 1991, yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perusahaan.
Tonggak besar berikutnya terjadi pada 1998, ketika AQUA menjalin kemitraan strategis dengan Danone, perusahaan multinasional asal Prancis. Kolaborasi ini membawa nama baru, Danone-AQUA, sekaligus memperkuat posisi merek tersebut sebagai pemimpin pasar air minum dalam kemasan di Indonesia.
Kini, setelah lebih dari 50 tahun beroperasi, AQUA memiliki lebih dari 20 pabrik di seluruh Indonesia dan menguasai pangsa pasar AMDK nasional. Tidak hanya fokus pada bisnis, perusahaan juga aktif dalam berbagai program keberlanjutan, seperti AQUA Lestari dan kampanye Bijak Berplastik yang berupaya mengelola sumber air dan mengurangi limbah plastik.
Melalui inovasi produk seperti AQUA Reflections dan AQUA Life, serta komitmen terhadap lingkungan, merek ini terus memperkuat posisinya sebagai pelopor air minum kemasan di Tanah Air.
Dari gagasan sederhana di tahun 1973 hingga menjadi ikon nasional, perjalanan AQUA membuktikan bahwa bisnis yang berawal dari kebutuhan dasar manusia dapat berkembang menjadi simbol kualitas dan keberlanjutan di Indonesia.








