Sejarah Berdirinya Provinsi Nusa Tenggara Timur

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, Metrotimornews.id— Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya. Provinsi ini resmi berdiri pada 20 Desember 1958 berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sebelum menjadi provinsi tersendiri, wilayah NTT tergabung dalam wilayah administratif Provinsi Sunda Kecil, bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat. Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah melakukan penataan daerah untuk mempercepat pembangunan dan pelayanan masyarakat. Akhirnya, pada tahun 1958, Sunda Kecil dibagi menjadi tiga provinsi baru, salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur.

Provinsi NTT mencakup wilayah kepulauan yang terdiri dari lebih dari 500 pulau, dengan pulau-pulau utama seperti Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata. Kupang ditetapkan sebagai ibu kota provinsi, mengingat letaknya yang strategis di Pulau Timor serta menjadi pusat pemerintahan sejak masa kolonial Belanda.

Sejak berdiri, Nusa Tenggara Timur dikenal dengan keanekaragaman budaya dan bahasanya. Terdapat lebih dari 40 bahasa daerah yang masih digunakan hingga kini. Selain itu, NTT juga dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam dan wisata yang luar biasa, seperti Taman Nasional Komodo, Danau Kelimutu, dan Kampung Adat Wae Rebo.

Dalam perjalanan sejarahnya, Provinsi NTT telah mengalami banyak kemajuan di bidang pendidikan, infrastruktur, dan pariwisata, meskipun masih menghadapi tantangan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Pemerintah daerah terus berupaya mendorong kemajuan melalui pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Hari lahir Provinsi NTT bukan hanya momentum sejarah, tetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan terus membangun daerah ini dengan semangat Anugerah Tuhan yang Terkasih,” ujar Gubernur NTT dalam peringatan HUT NTT ke-67.

Berita Terkait

ITB dan SMA Penabur Plus Bawa Teknologi Baru ke Desa Batnun TTS -NTT
Program Unggulan Sentra Sapi Wolo Kolo: Tiga Profesor Dampingi Plt Disbunter Cipto Keraf, Pakan Jadi Sorotan Utama
Diplomasi Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Triliunan, dari London hingga Prancis
Resmi Berlaku! Ini Skema Sistem Desil Terbaru DTSEN 2026: Batas Kelayakan Penerima Bansos dan Kategori Ekonominya
YNS Sentuh Langsung Korban Gempa Flores di Ende, Datangi Rumah Warga dan Berbagi Cerita
Wakasad Dampingi Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo di Pati
Dari Pulau Terselatan Menuju Panggung Nasional, Empat Atlet Muda Rote Ndao Buru Prestasi di Gup Jateng Cup 2026
Perkuat Kebersamaan, Keluarga Besar Arisan Oehonis Rote Ndao Rayakan Natal 2025

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:59

ITB dan SMA Penabur Plus Bawa Teknologi Baru ke Desa Batnun TTS -NTT

Selasa, 15 September 2026 - 10:10

Program Unggulan Sentra Sapi Wolo Kolo: Tiga Profesor Dampingi Plt Disbunter Cipto Keraf, Pakan Jadi Sorotan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 10:34

Diplomasi Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Triliunan, dari London hingga Prancis

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:39

Resmi Berlaku! Ini Skema Sistem Desil Terbaru DTSEN 2026: Batas Kelayakan Penerima Bansos dan Kategori Ekonominya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:07

YNS Sentuh Langsung Korban Gempa Flores di Ende, Datangi Rumah Warga dan Berbagi Cerita

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:34

Wakasad Dampingi Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo di Pati

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:15

Dari Pulau Terselatan Menuju Panggung Nasional, Empat Atlet Muda Rote Ndao Buru Prestasi di Gup Jateng Cup 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 21:20

Perkuat Kebersamaan, Keluarga Besar Arisan Oehonis Rote Ndao Rayakan Natal 2025

Berita Terbaru